umdah

Konsep Persahabatan Dari Imam Al-Ghazali

Konsep Persahabatan Dari Imam Al-Ghazali Dalam kitab Bidayah Hidayah Imam al-Ghazali menjelaskan ada 12 macam adab-adab dalam persah...

Konsep Persahabatan Dari Imam Al-Ghazali



Dalam kitab Bidayah Hidayah Imam al-Ghazali menjelaskan ada 12 macam adab-adab dalam persahabatan, yaitu:

1. Mengutamakan temannya dalam pemberian harta. Jika tidak bisa melakukan ini, maka ia baru memberikan temannya berupa harta disaat temannya membutuhkan. Walaupun sedikit .

2. Menolong dengan jiwa dalam memenuhi kebutuhan atas kemauan sendiri tanpa menunggu permintaan. Hal ini lebih menampakkan tawadhu'. Namun yang paling rendah adalah memenuhi kebutuhan ketika diminta serta dalam keadaan mampu, dengan wajah berseri-seri dan menampakkan kegembiraan.

3. Menyimpan rahasia yang disampaikan kepadanya dan tidak menyampaikan kepada orang lain dalam hal apapun meskipun kepada temannya yang paling akrab. Dan tidak membukannya sekalipun setelah pemutusan hubungan dan mengalami keresahan. Karena hal itu adalah tabi'at yang hina dan bathin yang buru.

4. Menyampaikan sesuatu yang menyenangkan berupa pujian orang kepadanya disamping menampakkan kegembiraan. Karena menyembunyikan hal itu merupakan kedengkian belaka.

5. Hendaklah ia memanggil temannya dengan nama yang paling disukai dan memujinya dengan menyebut kebaikannya yang ia ketahui. Karena hal itu termasuk sebab terbesar untuk menimbulkan kecintaan.

Sayyidina Ali berkata "Barang siapa yang tidak memuji saudaranya (temannya) atas niatnya yang baik, maka ia pun tidak memujinya atas perbuatannya yang baik."

6. Hendaklah ia memaafkan kesalahannya dalam agama karena melakukan maksiat atau kurang memenuhi hak persaudaraan, walaupun ia sanggup membalasnya. Karena sikap itu lebih besar pahalanya. Janganlah ia menegurnya dengan kebencian.

7. Mendoakannya ketika berada sendirian dimasa hidupnya dan sesudah matinya dengan segala yang disukainya bagi dirinya dan keluarganya. Maka doakanlah dia sebagaimana engkau berdoa untuk dirimu.

8. Tetap setia dalam mencintainya sampai mati terhadap anak-anaknya dan para kerabatnya setelah sahabatmu meninggal. Sebagaimana saat dia masih hidup. Karena bukti cinta yang sesungguhnya yaitu untuk akhirat.

9. Hendaklah ia berusaha meringankannya dan tidak membebaninya dengan sesuatu yang memberatkan. Dan menampakkan kegembiraan atas semua kegembiraan yang dialaminya serta menampakkan kesedihan atas gangguan/musibah yang dialaminya.

10. Mendahuluilah untuk memberi salam kepadanya ketika berjumpa denganmu. Begitu pula saat berjumpa dengan orang yang tidak dikenalnya. Lapangkanlah tempat duduk baginya saat dalam majlis, mesjid, dan sebagainya. Panggillah dia dengan nama yang paling disukainya.

11. Keluar dan menyambut serta mengantarkannya ketika temanmu berdiri demi menghormatinya kecuali apabila ia melarangnya.

12. Diam ketika temanmu berbicara hingga ia selesaikan bicaranya dan tidak mencampuri pembicaraanya. Penuhi undangannya apabila ia mengundang. Dan menjenguknya apabila sakit meskipun sekali. Menghadiri jenazah keluarganya bila meninggal dunia walaupun tidak mengimami shalat jenazah.

Hak persahabatan itu berat. Tidak ada yang sanggup memenuhinya kecuali orang yang bijaksana. Tidaklah diragukan bahwa begitu banyak pahalanya. Tidak ada orang yang dapat memperolehnya kecuali orang yang mendapatkan taufik dari Allah ta'ala. Maka dari itu marilah kita terapkan konsep tasawuf dalam persahabatan kita. Semoga kita mendapatkan taufik dan ridha dari Allah ta'ala.

Munazir, Santriwan kelas 6B LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item