umdah

Kisah Pemuda yang Selamat Dari Neraka Karna Takut Kepada Allah

Umdah.co.id - Rasulullah saw pernah menjelaskan dua hal berlawanan ketika bercerita di hadapan sahabatnya mengenai pemuda yang bergelima...



Umdah.co.id - Rasulullah saw pernah menjelaskan dua hal berlawanan ketika bercerita di hadapan sahabatnya mengenai pemuda yang bergelimang dosa sepanjang hidupnya. Karena kelakuannya ini, pemuda tersebut berwasiat kepada keluarganya agar saat meninggal nanti jenazahnya dibakar.

Tak hanya itu, ia juga berpesan kepada anak-anaknya agar usai hangus dilalap api, sebagian abu jasadnya dibuang ke daratan, sebagian lain di lautan. Wasiat ini muncul dari ketakutan mendalamnya . Pemuda tersebut menyadari bahwa Allah ta'ala kelak akan menyiksanya, dan skenario pembakaran dan pembuangan abu tersebut adalah siasat menghindari siksaan itu.

Dosa-dosanya menggunung, sementara kebaikannya hampir tidak ada. Ia berharap bisa lolos dari azab berat dengan menghilangkan jejak jasmani. Ketika kematian itu telah tiba, wasiat pun dijalankan dengan baik oleh putra-putranya.

Allah ta'ala Mahakuasa. Saat orang tersebut meninggal dunia, Allah memerintahkan daratan dan lautan untuk menghimpun abu itu dan menghidupkannya kembali.

Allah bertanya kepada pemuda itu, "Kenapa kamu melakukan hal ini?"

"Karena khasyyah (takut), ya Rabb, dan Engkau lebih mengetahuinya."

Rasulullah mengabarkan bahwa pemuda itu akhirnya mendapat ampunan dari Allah.

Lalu, di mana letak berlawanannya? Di satu sisi lelaki itu berlumuran dosa namun di sisi lain menjelang kematiannya ia melakukan ibadah besar, yakni khasyyatu-Llah (takut kepada Allah).

Kisah ini tertuang dalam sejumlah hadits antara lain Shahih Muslim (4/2111) yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Said al-Khudri (nomor 2756, 2757), juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari di beberapa tempat dalam Shahih Bikhari.

Rahmat Allah selalu lebih besar dari dosa-dosa hamba-Nya. Karena itu harapan akan kasih sayang dan ampunan-Nya senantiasa terbuka selama seorang hamba tulus menaruh harap dan ketundukan.

Kata khasyyah dalam Al-Qur'an diidentikkan dengan sifat nabi dan ulama. Artinya, ketakutan tersebut bukan semata cemas akan bahaya sesuatu, tetapi dilandasi pula oleh ilmu dan pengagungan terhadap Allah. Wallahu a'lam.

Related

hikmah 6982779537810452605

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

item