umdah

Syeikh Ramadhan al Buthy; Hukum Telponan dengan Tunangan

Banyak fitnah yang terjadi di akhir zaman ini. Banyak orang yang menyepelekan Halal dan haram. Dalam hal pergaulan, Kita melihat ban...




Banyak fitnah yang terjadi di akhir zaman ini. Banyak orang yang menyepelekan Halal dan haram. Dalam hal pergaulan, Kita melihat banyak generasi yang mengikuti budaya barat. 

Salah satu hal yang saat ini sering ditemukan adalah ketika seorang laki-laki sudah bertunangan, namun ia bagaikan sudah menikah. Bahkan orang tua mereka tidak mencegah lagi untuk berdua-duan.

Sebagian orang yang lain, terkadang masih mampu menjaga diri untuk tidak bertemu. Namun dengan adanya alat komunikasi saat ini, godaan akan semain besar. Mereka bisa berhubungan melalui telpon dan chatingan tanpa harus bertemu.

Nah bagaimana hukumnya telponan atau chatingan dengan tunangan? Syeikh Sa’id Ramadhan al-Buthy pernah di tanyakan hal serupa dalam halaman website yang beliau asuh. Berikut nash pertanyaan dan jawaban beliau disertai terjemahannya;

الاتصال بالمخطوبة قبل العقد عليها
هل يجوز للخطيب أن يتصل هاتفيا بخطيبنه أيام الخطوبة ؟ ولكم جزيل الشكر
لا مانع من المحادثة فى الهاتف للخطبية وغيرها إذا كان الخطاب تحقيقا لحاجة مشروعة وبطريقة مذهبة منضبطة والخطيبة كغيرها من النساء ما دام عقد الزواج لم يوجد بعد

Apakah boleh laki-laki yang bertunangan berbicara lewat telepon dengan wanita tunangannya selama dalam masa pertunangan?

Jawaban;

Tidak ada larangan untuk berbicara lewat telpon baik dengan wanita tunangan atau bukan apabila pembicaraan tersebut karena adanya hajat yang dibenarkan oleh syara’ dan dengan jalur terjaga. Wanita tunangan sama seperti wanita lainnya sebelum adanya akad pernikahan.

Kesimpulannya.

Dari jawaban Syeikh Ramadhan al-Buthi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam hal berbicara wanita tunangan masih sama dengan wanita lainnya. 

Telponan dengan mereka hanya dibolehkan untuk sekadar keperluan saja serta dengan syarat tidak memunculkan fitnah. 

Yang dibolehkan dengan wanita tunangan hanyalah memandang wajah dan telapak tangannya saja. Sedangkan menyentuh atau berdua-duan hukumnya adalah haram. 

Maka ketika ditakutkan terjatuh ke dalam fitnah, segeralah menikah demi menjaga agama kita. Semoga Allah menjaga kita dari fitnah di akhir zaman ini.

Related

Fiqh 5283374138447511571

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item