umdah

Niat Abdullah dan Taubatnya Perampok.

Sang mentari sedikit demi sedikit tenggelam diufuk barat, membiarkan gelapnya sang malam menyelimuti padang sahara. Para jangkrik bern...


Image result for taubat dan niat

Sang mentari sedikit demi sedikit tenggelam diufuk barat, membiarkan gelapnya sang malam menyelimuti padang sahara. Para jangkrik bernyanyi bagaikan membentuk paduan suara. hembusan angin malam siap menusuk tulang punggung siapapun. darii kejuhan terdengar sayup sayup suara pemuda yang sedang dilanda bahagia. Ternyata mereka adalah sekelompok perampok yang sedaang menikmati kemengan dari hasil rampokan.

"bos hasil rampokan kita malam ini fantastis" kata seoarang anak buah kepada bos mereka."Alhamdulillah, Allah berpihak pada kita malam ini". sekonyong konyong sibos menjawab tanpa memngetahui apa yang dia ucapkan.
"lalu kita bermalam dimana malam ini bos" ? tanya seorang mereka. "kita akan bermalam dirumah penduduk sekitar sisni. bagaimana bisa bos ?? tambah seoarang anggota yang lain . "tenanglah !" semua sudah didalam fikiranku.
Meraka terus berjalan menelusuri luasnya sahara diiringi sebuah lentera yang menerangi perjalalanan, lentera yang berbahan bakar zaitun.

Dari keajauhan tampaklah sederetan rumah yang tidak begitu rapat dan beraturan, segerombolan perampok akhirnya melabuhkan pilihan mereeka pada sebuah rumah yang begitu sederhana.

Assalamualaikum, ucap bos permpok, walaikumsalam sambutan lembut dari lelaki paruh bayaa pemilik rumah, didamping dengan istinya.
Saudara, kami adalah mujahid yang sedang kehabisan bekal,adakah engkau sudi memberikan kami singgahan dalam sehari dirumah ini, sekaligus kami ingin beristirahat hingga esok hari. "dengan senang hati," pemilik rumah bernama Abdullah mempersilahkan masuk, dia berkata "Demi Allah sungguh kalian adalah orang yang dimuliaakan Allah", silahkan masuk.
istri Abdullah langsung bergegas kedapur untuk menyiapkan potongan roti alakadar yang tersedia didapur.
bos perampok menagatakan : terimakasih saudara, karena kalian telah menerima kami dirumah ini.

sambil menunggu jamuan dari pemilik rumah, tanpa sengaja bos perampok menoleh dan melihat seoranga anak yang tak ada ada tanda tanda bergerak tubuhnya begitu kaku dan wajahnya pucat pasi.

melihat  hal itu, bos permpok bertanya, Wahai Abdullah siapa anak itu ??
Abdullah menjawab, dia adalah anak kami, anak yang sangat kami sayang, Allah sedang menguji kami lewat ehadiran buah hati kami, dia tidak mampu berjalan, kelumpuhan diderinya sejak kecil. "semoga Allah memerikan kesabaran pada keluarga ini, dan kesembuhan untuk putra anda.. "Amin" jawab Abdullah.
ketika makanan sudah terhidang "tuhan tuan makanlah, makanan inilah yang mampu kami sajikan pada kalain. terimaksih jawab anak sorang dari mereka.

Abdullah ketika itu melangkah kebelakang dan menyiapkan air wudhu untuk para tamunya, mungkin mereka belum shalat atau mereka ingin shalat malam.
setelah , segerombolan eprampok tersebau melaksanakan shalat, sahalt yang merka lakukan sanyalah kerena pemilki rumah, sebab sudah mala mereka meninggalkan rukuk danbersujud apalagi dikegelapan malam.
Dalam bisik, abdullah mengatakan pada istrinya suapaya air bekas wudhu mereka dialirkan kesebuah wadah. lalau mandikan anak kita dengan air bekasan mereka .semoga anak kita disembuhkan Allah dengan  barkat tamu kita ini.

keesokan harinya saat perampok sedang bebincang denagnabdullah untuk kemudian menta izin padanya bos perampok dan beberapa anak buahnya dikejutkan dengan seorang anak kecil yang berlari lincah kehadapan Abdullah, sontok ini membuat Abdullah sujud syukur serta meneteskan air mata. perampok bingung dengan apa yang mereka lihat. 

Wahai tamu Allah sungguh Allah telah menampakan kebesaranya berkat kalian, hari ini anak kami sembuh dari lumpuhnya.
"Saat kalian sedang shalat, kami memandikan anak kami dengan bekasan air wudhu kalain, bos perampk kaget bukan main, air matanya mulai membasahi pipi, hatinya terpukai dengan kebesaran dan kasih sayang Allah pada keluarga kecil tersebut.
dengan bibir yang kelu dan linagan air mata, bos prampok berkata " sunnguh saudara kami bukanlah mujahidin, kami adalah kelompok orang yang selalu bermaksiat kepada Allah, kami adalah sekelompok permapok yang sedang butuh istirahat. 

Aku tak melihat keberkatan sedikitpun dalam diri yang hina ini, aku menyadari bahwa ini adlah kasih sayang Allah pada engkau, semata karena niat yang bergitu murni, Allah menyembuhkan anak kalian. Dengan kejadian ini aku bersumpuah untuk bertaubat dan akan menjadi pejuang Allah.
suasana keharuan meneyelimuti langit sekitaran rumah Abdullah, menjadi saksi bahwa perampok tersebuat mulai bertaubat kepada Allah.

Tgk. Masykur. 4.O

Related

tafakkur 7427856052805383106

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

item