umdah

Kisah Sedih Sayyidina Usman - Berbuka Puasa Bersama Nabi di Surga

Umdah.co.id - Ketika Sayyidina Usman bin Affan   didemo oleh massa dan masyarakat, Sayyidina Ali, Abbdurrahman bin Auf, dan para sah...




Umdah.co.id - Ketika Sayyidina Usman bin Affan  didemo oleh massa dan masyarakat, Sayyidina Ali, Abbdurrahman bin Auf, dan para sahabat lain mengatakan "Ya Usman! kami akan menyiapkan pengawaluntuk menjagamu. Beliau menanggapi "Aku tidak berkehendak sesama muslim saling membunuh hanya karna diriku. Hingga akhirnya Sayyidina Ali menempatkan putra beliau, hasan dan husen, juga Muhammad bin Hanafiyah untuk berjaga.

Sayyidina Abdurrahmanbin Auf memasuki rumah Sayyidina Usman. Beliau telah di boikot.Tidak dibiarkan air masuk kerumahnya.Kehabisan makanan dan minuman.Tidak  boleh seorang pun memasuki rumahnya untuk membawa air. Dalam keadaan tersebut, masuklah Sayyidina Abdurrahman bin Auf ke rumahnya Sayyidina Usman bin Affan, Kemudian berkata, (Sayyidina Usman dan Abdurrahman adalah sahabat dekat) semalam saya bermimpi Rasulullah saw. Beliau berkataWahai Usman!kamu diboikot oleh kaummu, tidak diberikan air, kamu haus.” “iya ya Rasulullah”. “Terus saya diminumkan air dengan tangannya. Saya rasakan hilang dahaga, sehingga bangun tidur, tidak ada rasa haus lagi.

Kemudian Rasulullah mengatakan, “Wahai Usman! Kalau engkau mau, saya doakan orang-orang ini untuk pergi dan kamu akan menang. Tetap kerajaanmu. Tapi, kalau engkau mau, yasudah, besok engkau akan berbuka puasa bersama saya disini, di surga. Ya Rasulullah! Saya tidak memilih pemerintahan. Saya memilih agar besok berbuka puasa bersama engkau di surga. Disampaikanlah cerita ini kepada Abbdurahman bin Auf.

Akhirnya, ada beberapa orang yang masuk ke rumah Usman bin Affan dan membunuhnya.Saat itu, Sayyidina Usman sedang membaca al-Quran, darahnya menyiprat pada al-Quran.

Dalam keadaan sakratul maut, Abbdurrahman bin Auf bertanya kepada orang-orang yang berusaha menolong Sayyidina Usman, ketika menyadari, mereka menghampiri Sayyidina Usman,  tapi sudah terlambat.
Mereka yang membunuh Sayyidina Usman menganggap pembunuhan ini adalah untuk mendirikan syariat islam. Tapi, dia membunuh seorang menantu Rasulullah, yang menikah dengan dua putrinya Rasulullah.Seenaknya pula dia bekatapembunuhan Usman adalah ibadah yang palingtinggi”.Islam mana yang mengajarkan untuk menumpahkan darah satu sama lain, dan menghalalkannya?

Ketika ditemui Sayyidina Usman sedang sakratul maut, Abdurrahman bin Auf menanyai kepada orang yang hadir "Saat sekarat, apa akhir ucapanSayyidina Usman?”. “Keluar dari mulut Sayyidina Usman saat sakratul mautYa Allah! persatukanlah umat Muhammad”. Sayyidina Abdurrahman bin Auf mengatakan, “Allahu Akbar, seandainya beliau tidak mengatakan kalimat tersebut, malah berkata sebaliknya, niscaya umat ini tidak akan lagi bersatu."


Related

Sejarah 8886454142452587761

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item