umdah

Tips bertemu Rasulullah dalam Tidur.

Umdah.co.id Ketahuilah tidak ada sesuatu yang bergerak atau diam dialam ini melainkan atas izin Allah. Dia yang mentakdirkan sesua...





Umdah.co.id Ketahuilah tidak ada sesuatu yang bergerak atau diam dialam ini melainkan atas izin Allah. Dia yang mentakdirkan sesuatu terjadi dan atau yang akan terjadi.
Allah berfirman dalam surat Al Qamar 49

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Rasulullah SAW bersabda :

مَاأَخْطَأَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ ، وَمَا أَصَابَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ

Apa yang menimpamu tidak lepas darimu dan apa yang lepas darimu tidak akan menimpamu. (HR. Abu Daud)

Namun Allah telah menjadikan sesuatu dan ada sebab sebabnya. Dan Dia memerintahkan mahluknya untuk melakukan sebab sebab itu sekaligus mengikutinya. Demikianlah, supaya seorang hamba melakukan apa yang menjadi kewajiban, dan dimasukkan kedalam orang orang yang bertawakal.

tidaklah engkau melihat bahwa Allah berfirman kepada Maryam :
Gungcangilah pohon kurman, niscaya buahnya akan berjatuhan kepadamu, andai Maryam ingin memetik pohon lain maka ia petik, karena segala sesuatu memiliki sebab.

Selanjutnya jika kau ingin Allah yang Maha Baik untuk memberimu karunia berupa mimpi Rasulullah SAW maka lakukan beberapa cara berikut .

1. Menguatkan keyakinan dan keimanan.

Saat keimanan dan keyakianan seseorang telah kuat, maka Allah akan menggangkat derajat orang tersebut. Dia akan melimpahkan pancaran pancaran kepadanya dan membuka pintu pintu futuhNya.
Berkah yang dibuka Allah kapada orang yang beriman tidak sebatas material atau fisik tetapi mencakup berkah material dan spritual baik dalam sadar atau mimpi.

Mimpi nabi adalah berkah dan futuh yang paling agung. Karena oarang yang bermimpi bisa terbuka dan ruhnya menjadi jernih hingga bisa melihat apa yang tidak didapat oleh orang lain. Hati para ahli makrifat itu memiliki mata bisa melihat apa yang tidak dilihat orang yang melihat. Sayap sayap yang terbang tanpa bulu menuju kerajaan Tuhan semesta alam

2. Memperbanyak ketaatan dan manjauhi keburukan.

Ketika manusia banyak berbuat taat kepada Tuhannya maka dia akan melakukan ibadah ibadah yang wajib, mendekatakan diri dengan ibadah ibadah sunnah, puasa sedekah zikir membantu orang tua dan orang lain hingga menjadi dekat dengan allah. hal ini mampu mendtanagjkan cinta ridha allah swt.
Didalam hadits qudsi allah berfirman :

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ


، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah 
sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.( HR Bukhari)

3. Mencintai Rasulullah SAW dengan cinta yang sesungguhnya.

Dalam artian lebih mementingkan apa yang disampaikan oleh Rasul ketimbang hawa nafsu dan segala yang menarik hatinya. Juga menjadikan Rasulullah sebagai sauritauladan dalam menjalani kehidupan baik dalam beribadah, bermuamalah, berkerja bahkan sekalipun dalam kesunyaian. Hingga ia hidup bersama beliau SAW dalam seluruh perbuatan dan ucapnya.

Barang siapa yang menyibukan hatinya dengzn sesuatu atau seseorang, maka hal itu akan terekam dalam akal batinnya, dan menancap dalam lubuk hati kesadarannya, mesti sebelumnya berada ditepi kesadarannya, dan barang siapa bersikap demikian terhadap orang orang , orang tersebut akan menguasai pikiran dan kesadarannya, hingga ia sanggup mimpi bertemu denagn orang tersebut.

Alkisah ada seorang murid berkata kepada gurunya "saya ingin mimpi Nabi. Karena sesungguhnya aku semakin cinta kepada beliau dan rindu untuk bertemu.

maka dengan maksud memberikan pelajaran kepada murid, sang murid guru tersebut mengintruksikan muridnya "engkau harus makan malam dengan makanan berlemak, perbanyak garam dalam makananmu agar engakau semakin haus, namun jangan engkau minum air sebelum tidur. Kemudian ceritakan kepadaku apa yang engkau lihat dalam tidurmu.

Esok hari simurid berinisiatif berjumpa denagn gurunya, saat berjumpa dia berkata "aku tidak melihat Rasulullah dalam tidurku" guru bertanya apa yang kau lihat ? simurid menjawab seolah aku berjalan ditepi sungai, sedangkan air turun dari langit dan memancar dari bawah bumi, air mengepungku dari segala arah.

Selanjutnya guru menjelaskan saat kau tidur seluruh fikiranmu telah terfokus kepada air karena sesungguhnya kau sedang kehausan sehingga saat engku tidur engkau melihat cukup banyak air dari berbagai sumbernya. maka jika kau ingin bertemu Rasulullah SAW dalam tidurmu, sibukkkan hatimu kepada beliau dan terhadap cinta, sunnah, bershalawat serta tingkah laku Rasulullah dengan mengikuti dan taat padanya.Akhirnya murid bisa memahami pelajaran berharga dari sang guru dan maksud guru dari perintahnya.

Berikut ini adalah Hadits-hadits berkenaan dengan mimpi ketemu Nabi Muhammad SAW


حَدََّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِي فِي الْيَقَظَةِ وَلَا يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ ابْنُ سِيرِينَ إِذَا رَآهُ فِي صُورَتِهِ


Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami Abdullah dari Yunus dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, bahwasanya Abu Hurairah mengatakan, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam tidur, maka (seakan-akan) ia melihatku ketika terjaga, (karena) setan tidak bisa menyerupaiku.” Abu Abdullah mengatakan, Ibnu Sirin mengatakan; ‘Maksudnya jika melihat beliau dengan bentuk (asli) beliau.’ (HR. Bukhari ,Ibnu Majah)


حَدََّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَهِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي


Telah menceritakan kepada kami Abu Ar Rabi’ Sulaiman bin Dawud Al ‘Ataki; Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid; Telah menceritakan kepada kami Ayyub dan Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa bermimpi melihatku dalam tidurnya, maka sesungguhnya dia benar-benar melihatku; karena setan itu tidak dapat menyerupai bentukku.” (HR. Muslim)

Related

Ngaji 5740485778787517716

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item