umdah

Pulang..

Umdah.co.id  "Pulang"   kerena insan yang   telah pergi akan selalu merindukan pulang, dan kemana kaki melangkah akan selalu...



Umdah.co.id "Pulang"  kerena insan yang  telah pergi akan selalu merindukan pulang, dan kemana kaki melangkah akan selalu merindu pulang, atau jika tidak merindu pastinya dia akan tetap Pulang. selanjutnya pena melihat "Pulang" belakangan ini ditampilkan indah bahkan bagitu menarik, padahal biasa dia selalu sederhana atau hanya lafad pulang tidak pulang malu tak pulang rindu, keindahan "Pulang" semakin kuat dalam keyakinan, sebab semakin banyak lisan yang melafadkannya, semua berharap dan semua menanti,  apakah itu perlu ?? silahkan berargumen ?? sebab dalam hal ini pena memilih diam. atau jika dibolehkan pena hanya berkata " rasanya cukuplah waktu yang akan menjawab serta menjabarkanya rahasia Pulang, tanpa dengan sebab "Pulang" semua jadi tidak nikmat dan bergairah. Cukuplah  pulang itu menjadi "masdar" sebauh kejadian yang hudus.toh Pulang juga akan tetap menarik dengan sendirinya ".
Bagi seorang santri kata Pulang bukan sebuah hijrah kepada tempat yang lebih baik sebab  sungguh tidak ada tempat terbaik didunia ini melainkan dua tempat, pertama masjid dan yang kedua adalah tempat menunt ilmu agama, sebuah kebun surga menurut sabda Anbiya, kebun surga tentunya sangat berhampiran dengan surga sebenarnya, mempunyai keharuman dan kenikmatan yang selalu membuat para malaikat terkagum kagum serta membentang sayapnya.
Ikwan dan akhwat  beberapa saat kebun surga ini kita tinggalkan namun semoga tidak tertinggalkan. Maksud pena jika "kita tinggalkan” ada unsur kesengajaan dalam meninggalkan  dan kemudian dia akan selalu diingait dan timbul tanya kapan kita kembali ! dan "jika tertinggalkan" terkandung ketidak sengajaan yang khawatirnya tidak ada rindu, sesal, apalagi untuk kembali, sebab diri tidak sengaja, tanzir surah (analoginya) jika sengaja tidak "Mulang" dimudian hari pasti timbul sesal yang luar biasa, sebab ada unsur kesengajaan, namun jika kita tidak sengaja melakukannya, apakah akan ada sebauh penyesalan ??

Kita akan pulang artinya kita perpindah dari kebun surga, lalu kemudian apa yang menjadi harapan sahabat setelah kata Pulang itu menjadi sebuah kenyataan disuatu pagi langit MUDI ???

Pulang akan menjadi kenyaataan, sebuah penantian yang besar bagi santri yang telah lama merindu, semakin rindu semakin mesra saat berjumpa, dan tentu sangat takut untuk mengecewa, mengecewakan meraka yang akan mungkin menangis sebab bahagia saat kita tiba, tapi tidak !! mestinya  orang yang  Pulanglah yang paling besar merindu, kenapa tidak ??  ada kerinduan berbingkis kata kembali  dari Ibu, Ayah serta keluarga, rindu mereka lebih besra dari pada kerinduan kita,  mereka selalu melafadkan lafad kapan "Kembali" buah hati ? dalam shalat, dalam doa, dalam sibuknya, dalam terik mentari atau dinginya selimut malam. 

Ibu,  Ayah selalu merindukan kapan kita kembali padanya dan mengusap keringat yang ada dibadanya, membumikan  Alquran dirumahnya, menjadi imam shalat sunnah bersma adik dan dirinya, atau mungkin dia sangat merindukan masakan dari buah hati, masakan yang pernah ibu ajarkan saat saat kita belum mondok.  Masya Allah kerinduan mereka adalah kerinduan berbingkiskan ridha Rabbi.

Alkisah, disaat Imam Syafii memulai rihlah ilmiahnya, saat itu Ibu sang Imam berkata Wahai anakku, setelah perpisahan ini kita bertemu disurga, begitulah kurang lebih dialog yang mereka uacap, hari berganti hari hingga disuatu ketika ibu Imam Syafii berhaji dan mendenagn Qala Syafii Qala Syafii, sang ibu yang penasaran bertanya, siapa Syaffi yang dimaksud, darimanakah ia bersal, lalu orang tersebut bercerita bahwa Syaafii adalah seorang ulama besar, lalu Ibu berkata dia anakku, dia buahtiku, sampaikan padanya "Pulanglah". saat berita itu sampai kepada Imam, seolah tak ada kebahagiaan yang dirasakannya selain berita kerinduan ibu padanya, seolah langit dan bumi tak sanggup memuat kebahagiaan Imam Syafii, sesaat kemudian imam pulang dengan banyak harta serta binatang oleh oleh dari murid murid beliau. 

Saat sang Imam menginjaki perbatasan Mekkah dia mengutus seorang murid untuk meminta izin kepada ibunya untuk masuk kota Mekkah, saat itu ibu berkata apa yangdibawa oleh Syaffi ? murid menjawab bahwa Imam Syafii membawa oleh oleh, serta unta yang bergitu banyak, jika itu yang dibawa Sayffi katakan padanya kembalilah !! berita itu sampai kepada sang Ibu dan akhirnya imam Syafii menyedekahkan seluruh harta dan untanya kepada orang lain, sang ibu meridhai Imam syafii pulang besama adab bukan bersama harta dan pernak pernik dunia.

Next, Sah jika dalam tulisan  ini pena mengajak antum untuk back ke Ramadhan tahun lalu, saat bulan Ramadhan segera berakhir timbul penyesalan, karena waktu akan bergerak semakin cepat, Ramadhan semakin berlari, dan kita belum siap untuk itikaf, lembar Quran menunggu untuk dikhatamkan, lemaran rupiah menanti untuk disalurkan, dan malam menuggu untuk dihiasi dengan shalat sunnah. Demikianlah gambaran Ramadhan usai dan kita Kaum Sarungan gerbang "Mesra" tergambar sangat jelas dipelupuk mata, sebagai tanda  kita akan "Kembali" dan masa "Pulang" dengan sejuta kesan dan pesan selesai.
Rencanakan senyum seperti apa yang lahir saat akan kembali  ke MUDI tanpa adanya sesal dihati sebab belum sempat ini dan itu, Berikanlah kesan "Pulang" seolah ini adalah yang terakhir kalinya....

Related

Tips 8474177297018452658

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item