umdah

Lemah Lembut, Sifatnya Para Nabi

Umdah.co.id- Sebenarnya tak layak bagi kita di saat ada seseorang yang melakukan keburukan ataupun kejahatan untuk menegurnya dengan cara...


Umdah.co.id- Sebenarnya tak layak bagi kita di saat ada seseorang yang melakukan keburukan ataupun kejahatan untuk menegurnya dengan cara mencaci maki serta mengumpat keburukannya di depan orang lain. Contohnya seperti dalam sebuah negeri, dikala pemimpin melakukan sebuah kesalahan tidak sepantasnya bagi kita memjelek-jelekkannya. Namun, sikap semestinya harus kita lakukan adalah bersikap lemah lembut.

Buktinya, lihatlah kejadian pada zaman dahulu! Ada orang yang sangat buruk akhlaknya, contohkan saja Fir`aun. Siapa yang tidak kenal dengan kebiadaban yang telah Fir`aun lakukan. Tapi, siapa yang Allah yang utuskan untuknya? Allah mengutus untuknya dua orang yang hebat, lebih hebat dibandingkan kehebatan manusia sekarang ini, yaitu Nabi Musa dan Nabi Harun. Allah memerintahkan Nabi Musa " بالحق قل " (katakanlah kebenaran dengan lemah lembut).

Itulah hal yang telah berhasil di lakukan oleh Nabi Musa. Sekarang coba kita lihat! Kita yang hina dibanding dengan Nabi Musa nabi yang mulia, apakah pantas untuk mencaci maki orang?

Ingatlah! Jika suatu kemungkaran di lawan dengan kemungkaran, maka efek yang akan di timbulkan akan lebih besar dan bukan malah reda. Dan ingatlah, api nitu akan mati bila di satukan dengan air.

Bukti yang serupa juga bisa kita lihat pada masa Nabi Muhammad saw. Ada seorang kafir yang sengaja kencing di dalam mesjid. Disaat para sahabat akan menegur si kafir tersebut, nabi berkata : "Jangan, biarkan saja dia". Sesudah si kafir selesai dengan kecingnya, lalu Nabi memerintahkan kepada sahabat dengan berkata, "Ambillah kain! Lap lah air kencing ini!". Tak ada rasa benci pada diri Rasul. Maka dikala itu apalah daya, seorang kafir tak tahan dengan sifat Nabi yang begitu mulia sehingga ia masuk islam.

Coba perhatikan! Jika seandainya kita memarahinya, dia akan tetap kencing, ia tidak akan berubah, bahkan mugkin ia akan menjadi orang yang jahat. Jika seandainya kita tidak memarahinya, dan besikap dengan lembut, maka dia akan tetap kencing, tapi pada akhirnya ia akan sadar dengan apa yang telah ia lakukan.

Inilah kelebihan bersikap lemah lembut.
Maka, Janganlah sesekali benci dan iri kapada orang lain. Pikirkanlah secara logis! "Orang uyang mau merendahkan orang lain, otomatis ia pasti berada di bawah. Kalau dia tidak di bawah, mana mungkin ia bisa menarik seseorang untuk jatuh kebawah. Orang yang meninggikan orang lain, sudah barang tentu ia berada di atas, karena tidak mungkin ia bisa menarik orang ke atas bila ia tidak berada di atas.

Oleh : Muhammad Hakiki, Santriwan Kelas 3A

Related

Tips 461174639577878301

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item