umdah

Cinta Yang Terbaikan

Umdah.co.id-   Kawan! Pernahkah kalian melihat orang-orang terdekat saat mereka terlelap? Perhatikan ibu! kulitnya mulai keriput dan tan...


Umdah.co.id-  Kawan! Pernahkah kalian melihat orang-orang terdekat saat mereka terlelap?
Perhatikan ibu! kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu membelai-belaimu ketika bayi kini telah kasar karena tempaanhidup yang keras. Ibulah yang setiap hari mengurus kebutuhan anak-anaknya, orang inilah yang setiap saat mengingat anaknya, agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang tidak wajar. Dan sayangnya, nasehat itu sering disalah artikan.

Wanita inilah yang mempunyai kekuatan untuk dapat melahirkan sang buah hatinya kedunia. Walaupun seringkali ia mendapatkan cercaan dari anaknya.

Wanita inilah yang memiliki kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, skait, lelah, akan tetapi ia tak pernah berkeluh kesah. Dan wanita ini pula yang memiliki perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai anak-anaknya dalam situasi dan kondisi apapun, walau tak jarang anak-anaknya itu melukai ahtinya, dan perasaan ini pula yang dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan pada anak-anaknya yang terkantuk dalan dekapan lebutnya.

Dan sekarang beralihlah, lihatlah ayah! Lihatlah ketika ia sedang tidur, sadarilah kawan! Betapa badan yang dulu kekar dan gagah kini semakin tua danringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut-merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang setiap harinya bekerja keras untuk kesejahteraan anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja demi anak-anaknya.

Tataplah dalam-dalam wajah orang-orang tercinta, ibu kita, ayah kita, dan rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat melihat wajah lugu yang terlelap itu.

Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan mereka untuk kebahagiaan kita. Pengorbanan yang kadang kala tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

pengorbanan itu tampak lagi melalui wajh-wajah jujur soal mereka sedang terlelap. pengorbanan yang kadangkala melelahkan, namun enggan mereka ungkapkan untuk siapa mereka berlelah-lelah
Kembalikan kasih yang terlupakan pada mereka, saat masih ada waktu. Sebelum kehilangan kesempatan, tanyakan pada diri sendiri apa yang sudah kita lakukan untuk mereka.

Renungkanlah! Pikirkanlah! Sudah pantaskah kita menjadi buah hati yang di banggakan?
Cukupkah hanya menangis dan meratap, jika esok hari mereka, orang terkasih itu tak lagi membuka mata untuk selamanya.

Rahmah Ibnu Sakdan
Lhokseumawe, Kelas 2B

Related

Tafakur 3965648780059863933

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item