umdah

4 Kategori Orang yang Bertaubat

Umdah.co.id- Imam Al Ghazali berkata, bahwasanya orang yang bertaubat dapat di kalsifikasikan menjadi empat tingkatan: Tingkatan yang p...


Umdah.co.id- Imam Al Ghazali berkata, bahwasanya orang yang bertaubat dapat di kalsifikasikan menjadi empat tingkatan:

Tingkatan yang pertama adalah: Hamba yang terus bertaubat hingga ia meniggalkan dunia, dan ia berjanji dalam hatinya bahwa ia tidaka akan lagi mengulangi perbuatan dosa yang pernah ia lakukan, kecuali kepada beberapa kesalahan kecil yang tidak mungkin untuk ia hindari. Maka orang seperti di sebut orang yang istiqamah dalam taubatnya.

Taubat seperti ini di sebut dengan taubat nasuha. Dan nafsu yang di miliki leh orang yang bertaubat ini di sebut dengan nafsu muthmainnah.

Kedua, hamba yang bertaubat dan ia menjaga keistiqamahannya dalam bertaubat, namun ia belum bisa melepaskan diri dari berbagai dosa yang menghapirinya, tetapi ia selalu menyesal atas perbuatan yang telah ia lakukan, kemudian ia mencela nafsunya, menyesal, dan bersedih. Kemudian ia memperbaharui tejadnya, berhati-hati terhadapa hal-hal yang akan dapat menjerumuskannya kembali kedalam dosa yang pernah ia lakukan.

Tingkatan yang kedua ini juga termasuk tignkatan yang tinggi, namun tingkatan yang ini berada di bawah posisi tingkatan yang pertama. Jiwa yang semacam ini di namakaman dengan nafsu lawwamah, yaitu jiwa yang senantiasa menegur diri.

Ketiga, orang yang bertaubat, namun pada suatu waktu tertentu ia dikalahkan oleh dorongan syahwatnya dengan melakukan beberapa kemaksiatan.  Dan ia sadar dengan kemaksiatan yang lakukan, karena memang tidak mampu mengalahkan nafsu syahwatnya.

Dalam waktu yang sama ia tetap melaksanakan ketaatan dan sebagian dosa-dosa besar ditinggalkan. Namun, di dalam hati ia bercita-cita untuk menjauhkan di dari dari dorongan nafsu syahwatnya. Bahkan, setelah ia selesai melaksanakan kemaksiatan, ia selalu menyesali dirinya sendiri. Tetapi kekuatan nafsunya terkadang berimbang dengan iman. Jiwa yang demikian itu dinamakan nafsu musawwalah, yaitu, jiwa yang memerintah diri.

Keempat, seorang yang bertaubat dengan waktu yang terbatas untuk selanjutnya ia kembali menjerumuskan dirinya dalam berbagai perbuatan dosa. Orang semacam ini sama sekali tidak menyesali perbuatan dosanya itu dan tidak ada keinginan segera bertaubat.

Keempat, orang yang bertaubat dan istiqamah dalam taubatnya hanya dalam beberapa waktu, kemudian ia menjerumuskan dirinya kedalam satu dosa atau beberapa dosa dan tidak berecncana untuk bertaubat, bahkan ia tidak menyesali dengan perbuatan yang telah ia lakukan.
Jiwa yang demikian itu disebut nafsu amarah bissuu`i, yaitu jiwa yang mengajak pada kejahatan. Ia suka mendekati keburukan dan menjauhi kebaikan.

Golongan ini di khawatirkan akan me ngakhiri hidupnya dengan suil khatimah. Urusannya terserah atas kehendak Allah. Jika Allah menghendaki, maka golongan ini akan mengakhiri hidupnya dengan baik dan mati dalam ketauhidan, maka ia boleh menanti api penyucian di neraka sekian lamanya.

Wallahu A`lam

Related

tafakkur 2290328317586925614

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item