umdah

Sunnah Syaithan

Rokok di jaman now tak ubahnya bak siwak di zaman Rasulullah SAW, namun keduanya sangat bertolak belakang. Rokok adalah sunnah s...


Rokok di
jaman now tak ubahnya bak siwak di zaman Rasulullah SAW, namun keduanya sangat bertolak belakang. Rokok adalah sunnah syaithan yang  memiliki 120 kemudharatan bagi pemakainya, begitu juga halnya dengan siwak, memberi 120 kebaikan bagi penggunanya, sebagaimana paparan dari Habib Salim Asy-Syathiri, seorang ulama kharismatik dari Yaman yang baru-baru ini meninggal dunia(17 feb 2018,red).
Namun kenyataannya sekarang, semua orang merokok, mulai dari orang dewasa, kaula muda, bahkan anak-anak juga tidak ketinggalan.  Tetapi jangankan bersiwak, banyak orang yang bahkan sama sekali tidak mengenal kayu siwak, na'uzubillah. Dilupakan sunnah Sang Pemberi Syafa'at untuk manusia kelak dan beralih ke sunnah syaithan la'natullahi 'alaih.

Menilik kembali ke zaman Rasulullah, beliau dan para sahabat  tidak pernah lepas dari siwak, dalam semua kondisi dan waktu. Mengingat begitu banyak mamfaat dari bersiwak. Bahkan pernah dalam sebuah peperangan yang di jalani kaum muslimin, mereka berada dalam kegalauan karena tidak mampu mengalahkan musuh. Lalu sang panglima memerintahkan mereka untuk bersiwak. Hal ini diketahui oleh musuh, mereka berpikir orang muslim sudah mengasah gigi untuk siap memakan kaum kafir, ketika itulah nyali mereka ciut. Lantas mereka lari kocar-kacir, akhirnya pasukan merekapun hancur berantakan dan kaum muslimin memenangkan peperangan. Subhanallah, keajaiban siwak.

Memang kalau dilihat dari kaca mata syara', ulama mempunyai pandangan yang berbeda mengenai hukum merokok. Sebagian cenderung memakruhkan bahkan mengharamkan, namun ada juga yang membolehkan. Terlepas dari itu semua, kita selaku manusia yang dianugerahi akal oleh ALLAH Ta'ala, tentunya dapat mengetahui tentang baik buruknya sesuatu. Apalagi rokok yang secara lahiriah hanya mengandung mudharat, baik dari segi finansial, sosial, kesehatan maupun agama, tanpa sedikitpun mamfaat.

Dalam agama sangat jelas melarang kita untuk melakukan hal-hal yang tidak membawa mamfaat, baik untuk dunia, lebih-lebih lagi untuk akhirat. Sehinga Rasullah SAW bersabda,
لا ضرر ولا ضرار

"Tidak boleh membuat mudharat kepada diri sendiri dan tidak boleh membuat mudlarat kepada orang lain."   Sedangkan rokok sangat jelas kemudharatannya, maka sudah seharusnya di tinggalkan, demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan agama.

Habib Segaf bin Baharun mengatakan, bahwa orang yang merokok, tidak akan pernah bisa bermimpi dengan Rasulullah SAW, karena dia mengamalkan sunnah syaithan serta meninggalkan sunnah Nabinya. Di dunia saja beliau enggan dimimpikan oleh si perokok, mungkin di akhirat nanti tidak mau bertemu denganya dan memberi syafaat untuknya, Na'uzubillah.

Jadi, semua sudah jelas, bahkan pembuat rokokpun mewanti-wanti tentang bahayanya rokok dengan di tulis langsung di produknya. Hal ini tidak pernah ditemukan di produk apapun yang memang juga mengandung zat-zat yang berbahaya.

Oleh karena itu, semuanya kembali pada pribadi masing-masing,kita sudah mengetahui rokok dan bahayanya. Kita mengetahui akibatnya. Memilih rokok berarti memilih Rasulullah menjauh. Dan meninggalkan  rokok berarti Rasulullah akan memberikan syafaat di akhirat kelak. Semoga ALLAH memberikan kita taufik untuk mengamalkan sunnah Nabi-NYA, dan meninggalkan larangannya. Amiiin.

Related

Motivasi 8440516767832327422

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item