umdah

Percaya Diri Adalah Jembatan Menuju Keberhasilan

Umdah.co.id- Dewasa ini kita telah jauh melangkah dari jembatan kehidupan dan pengalaman hidup yang tujuannya untuk menuju kesuksesan. Ak...

Percaya Diri Adalah Jembatan Menuju Keberhasilan

Umdah.co.id- Dewasa ini kita telah jauh melangkah dari jembatan kehidupan dan pengalaman hidup yang tujuannya untuk menuju kesuksesan. Akan tetapi tidak sedikit juga diantara kita yang gagal untuk mereaihnya. Mengapa? Apakah kita tidak sama dengan mereka? Apakah mereka dari sejak lahir sudah menjadi orang sukses? Padahal pada hakikatnya, Allah pertama menciptakan manusia itu sama-sama tanpa busana, tidak bisa berjalan, juga tidak ada manusia sejak lahir sudah bisa berbicara dan berfikir. Hanya saja kesungguhan dan kelalaiannya lah yang membuat diantara satu dan lainnya berbeda. Karena dengan kesungguhan dapat membawa kita pada keberhasilan.

Keberhasilan adalah mendapatkan kehormatan, kepemimpinan, mendapatkan hal-hal baru dan  populer di kalangan masyarakat. Keberhasilan adlah kebebasan, kebebasan dari kekhawatiran, ketakutan, frustasi, dan kegagalan.

Keberhasilan artinya rasa hormat pada diri sendiri, selalu mendapatkan kebahagiaan yang lebih real dan kepuasan dari hidup ini. Keberhasila terutama adalah menang. Keberhasilan prestasi adalah tujuan hidup. Setiap insan membutuhkan keberhasilan dan menginginkan yang terbaik dalam hidup ini.

Tidak ada satu orang pun yang senang akan kegagalan atau hidup dalam kemiskinan. Tidak ada orang yang senag merasa inferior dan tiada seorang pun ingin di permainkan. Karena setiap insan adalah produk dari pikirannya sendiri. Mereka membayangkan bahwa suatu hari mereka akan menikmati keberhasilan yang mengiringi  mereka sampai di puncak.

Namun, sebagian manusia tidak mempunyai kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai jejnjang tertinggi. Mereka akhirnya tidak mencapai pernah mencapai puncak, percaya bahwa tidak mungkin untuk mendaki tinggi. Mereka pun tidak menemukan anak tangga menuju ke tempat yang tinggi.

Percayalah akan hal-hal yang besar, sesuaikan diri kita, buatlah jalan menuju sukses dengan kepercayaan, yakin, dan tulus bawa kita dapat berhasil. Karena dengan percaya diri segala sesuatu pasti bisa kita lakukan. Saya ingin menceritakan sedikit tentang kepribadian saya. Pada hari jum`at usai ahalat subuh itu adalah waktu bersantai bagi saya, karena hari itu adalah hari libur. Namun, pada suatu hari jum`at, saya pernah duduk di gedung salafi lantai teratas, (itu nama gedung di pondok kami dengan memandang ke gunung. Dikala itu saya pernah berpikir, entah kenapa saya benar-benar merasa tidak  menyukai  diri saya sendiri. "Mengapa?", saya bertanya pada diri saya sendiri. Saya hanya menjadi orang yang gagal di kelas. Mengapa saya berusaha untuk mendapatkan langkah maju yang begitu kecil? Sampai sekarang saya tidak tau bagaimana cara mendorong diri saya untuk melakukannya. Namun saya mengambil selembar kertas dan menuliskan beberapa nama orang yagn saya kenal baik selama bertahun-tahun yang sudah mendahului saya dalam meraih prestasi.

Kemudian didalam hati saya bertanya, apa yang mereka punya yang tidak saya miliki, ketika saya membandingkan kecerdasan saya dengan kecerdasan mereka. Tetapi jujur, saya tidak dapat melihat mereka lebih unggul dalam hal otak. Saya juga tidak dapat mengatakan  mereka berpendidikan lebih baik daripada saya, karena sama-sama dalam satu lingkungan belajar, atau mempunyai integritas atau kebiasaan pribadi yang lebih unggul. Akhrinya saya tiba pada kualitas keberhasilan yagn sering kita dengar yaitu inisiatif.

Disini saya harus mengakui bahwa rekor saya jauh di bawah teman-teman saya yang berhasil. Ketika saya melihat suatu titik kelemahan saya. Ketika itu saya tersadar bahwa memang saya suka menahan diri, saya melihat diri saya semakin dalam dan lebih dalam lagi. Dan akhirnya sampailah kepada  alasan, mengapa saya kurang memuiliki inisiatif?

Karena saya kurang percaya bahwa diri saya sangat berharga. Saya duduk di sana dengan udar ayang menyegarkan sambil mempelajari kembali bagaimana kurangnya kepercayaan bagi diri sendiri telah mendominasi saya selama ini.

Apa yang harus saya lakukan untuk melawan diri sendiri. Mengapa saya tidsak mendapatkan kemajuan seperti  teman-teman saya. Kemudian saya sadar, sebelum saya percaya pad adiri sendiri? Orang lain pasti tidak akan percaya pada saya. Sekarang jelaslah dengan percaya diri sendiri, maka segala sesuatu hal yagn baik pasti akan terjadi.

Jika kita bahas masalah otak, otak adalah anugerah yang di ciptakan oleh tuhan, untuk memikirkan sesuatu dan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk. Otak adalah pabrik pikiran, pabrik yang selalu sibuk menghasilkan pikiran dan ide-ide yang tak terhitung setiap waktu. Di dalam sebuah pabrik pikiran kita mempunyai dua pengawal yang mengawasi produksi pikiran kita.

Salah satunya kita sebut saja tuan kemenangan dan yang satu lagi adalah tuan kekalahan. Tuan kemenagan bekerja untuk menghasilkan pikiran-pikiran yang positif dan memikirkan sesuatu yang penting yang mengunutngkan.  Berbeda dengan tuan kekalahan, ia menghasilkan pikiran nrgatif yang akan menimbilkan kemudharatan dan menurunkan nilai percaya diri.

Tuan kemenangan dan tuan kekalhan sebenarnya sangat patuh kepada rajanya yaitu kita. Mereka sangat patuh dalam menjalankan perintah. Yang perku kita lakukan untuk memberi isyarat kepada kesua mansor tersebut hanyalah kesiapan mental. Apabila  isyaratnya positif maka tuan kemenangan akan melangkah maju dan segera bekerja. Begitu pula  dengan isyarat negatif, maka tuan kekalhan siap menjalankan perintah.

Satu-satunya tindakan yang bijaksana adalah memecat tuan kekalahan. Karena fia tidak akan pernah memeberi manfaat  keapda kita. Tuan kekalahan tidak akan membantu kita tiba di tempat yang kita tuju. Maka pecat saja dia dan jangan pernah memberi kesempatan untuk tinggal bersama kita lagi. Oleh karena itu, tuan kemenangan lah yang selalu harus di nomor satukan.

Di tempat kerja atau di sekolah, ubahlah berpikir gagal dengan berpikri sukses. Ketika kita menghadapi situasi yang sulit, berpikrilah, " Saya akan menang", bukan sebaliknya. Ketika kita bersaing dengan orang lain, berpikirlah, "Saya termasuk orang yang  terdepan" bukan, "Saya tidak akan berhasil". Jika peluang muncul atau kesempatan atau ada kesempatan yang berharga, berpikirlah, "Saya dapat melakukannya". jangan pernah berpikir, "Saya tidak sanggup melakukan itu". Biarkan pikiran utama, "Saya akan berhasil" untuk menguasai proses berpikri kita.

Berpikir sukses mengkondisikan pikiran kita untuk rencana yang menghasilkan keberhasilan, namun berpikir gagal akan mengkondisikan pikiran kita untuk menghasilkan hal-hal yang lain yagn dapat membawa kepada kegagalan. Kita tidak harus memiliki ingatan yang menakjubkan dan tidak terlalu penting mendapatkan jilai yang tinggi di sekolah. Satu-satunya hal yang penting adalah kita harus mempunyai tingkat minat yang tinggi akan ilmu pengetahuan dan percaya diri. Maka mulailah dari sekarang untuk berpikir yang membawa kepada kesuksesan.

Ruslan El Farishy
Kelas 6B

Related

Tafakur 1741536978581171336

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item