umdah

Allahumma Shalli ala Saidina Muhammad SAW

Umdah.co.id  “Wahai ummatku, sesungguhnya kita berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, y...



Umdah.co.id “Wahai ummatku, sesungguhnya kita berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaitu sunnah dan Al-Qur’an. Barangsiapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku, dan kelak orang–orang yang mencintaiku akan bersama–sama masuk surga bersamaku.” sabda Rasulullah SAW.


Ketika mendengar nasihat Rasulullah tersebut, para sahabat tak kuasa menahan kesedihan. Nasihat itu seperti isyarat bahwa Rasulullah tak lama lagi akan meninggalkan mereka untuk selama–lamanya.


Hari yang telah ditentukan pun akhirnya tiba. Rasulullah terbaring sakit. Sekujur tubuhnya demam. Keringat bercucuran dari dahi. Putri beliau, Fatimah Zahra merawat baginda dengan penuh kelembutan. Ketika beliau dalam kondisi sakit, datang seseorang mengetuk pintu rumah. Seseorang itu berkata Wahai rumah Kenabian ..
Fatimah yang merasa asing dengan orang tersebut menolak dengan halus keinginannya untuk bertemu dengan ayahnya.


Rasulullah bertanya kepada Fatimah, siapa tamu yang datang. Fatimah menjawab, ia tidak mengenali orang tersebut. Seketika itu, tubuh Rasulullah tergetar.

Dia itu melaikat maut yang memusnahkan semua kenikmatan, yang memutuskan segala nafsu syahwat, yang memisahkan pertemuan, dan menghabiskan semua rumah, serta dia yang meramaikan kuburan

Fatimah tak kuasa menahan kesedihannya. Tangisnya pun pecah. Ia akan ditinggalkan ayah yang dicintainya. Ayah yang juga mencintainya. Ayah yang istimewa. Rasulullah yang mulia.


Izrail pun masuk ke dalam rumah, ketika itu Rasulullah bertanya dinama JIbril AS ??
sesaat kemudian atas permintaan Nabi jibril hadir dikamar Rasullah .
apa yang engkau siapkan wahai jibri ?? jibril menjawab bahwa para malaikat telah bersiap menyambutmu ya Rasulullah, semua bidadari menanti kehadiran engkau, . Pintu–pintu surga, semuanya telah terbuka lebar.”

Namun, Rasulullah masih terlihat cemas.

“Bagaimana dengan nasib ummatku?” tanyanya.

“Jangan khawatir wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.” tutur Jibril.


Izrail bersiap mencabut ruh Rasulullah. Rasulullah merasa kesakitan. Padahal, Izrail sudah melembutkan caranya dalam mencabut ruh Rasulullah yang mulia. Jibril memalingkan wajahnya. Ia tak kuasa melihat Rasulullah merasakan sakitnya sakaratul maut. Di tengah sakit yang tak tertahankan itu,


“Ya Allah, jika seperti ini sakitnya Maut maka timpakan semua rasa sakit umatku saat mereka dicabut ruh kepadaku..jangan kepada ummatku”


Ketika sakaratul mautnya, Rasulullah masih memperlihatkan rasa cinta kepada ummatnya. Hingga rela apabila semua siksa maut yang harus dirasakan ummatnya ditimpakan kepada beliau.


Tubuh suci itu mulai dingin dan tidak bergerak lagi. Ali mencoba mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah. Terdengar lirih, beliau berkata,”Peliharalah shalat dan peliharalah orang– rang yang lemah di antaramu.”
“Ummati…ummati..ummati.”

suatu hari  ‘Aisyah berdiri dekat Maqam Nabi Saw sambil berkata:
‘Wahai orang yang belum pernah memnakai pakaian sutra, belum pernah tidur di atas ranjang yang empuk; ialah orang yang pergi dari dunia, sementara perutnya belum pernah kenyang oleh roti sekalipun dan gandum yang kasar. Wahai orang yang memilih tidur di atas dedaunan kurma dibanding tidur di atas ranjang … wahai orang yang tidak tidur sepanjang malam, hanya karena tukut siksa neraka Syair. Seumpama dunia ini kekal bagi semua orang, pasti Rasulullah saw pun akan kekal abadi.”



Related

tashauf 3564185245525242312

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item