umdah

Si Cantik itu Bermahkota Rasa Malu Bukan yangg Bermake Up tebal

Umdah.co.id- Sudah sepantasnya wanita muslimah menjadikan rasa malu dalam dirinya sebagai perhiasan yang mulia dan yang dimuliakan. Sung...

Si Cantik itu Bermahkota Rasa Malu Bukan yangg Bermake Up tebal

Umdah.co.id- Sudah sepantasnya wanita muslimah menjadikan rasa malu dalam dirinya sebagai perhiasan yang mulia dan yang dimuliakan. Sungguh rasa malu itu lebih berharga jika dibandingkan dengan mahkota yang terbuat dari emas permata..

Memang sudah terbukti bahwa wanita adalah makhluk Allah yang cantik, karena wanita dunia menjadi cerah ceria, bahkan para laki-laki akan kesepian bila tanpa ditemani wanita. Seperti halnya kisah Nabi Adam yang merasa kesepian sebelum ditemani oleh Siti Hawa.

Rasulullah bersabda, "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.
Secara umum, malu adalah akhlak yang menghiasai perilaku manusia dengan cahaya dan keagungan yang ada padanya. Inilah akhlak terpuji yang ada padanya. Inilah akhlak yang terpuji pada diri manusia dan fitrah yang harus selalu di jaga.

Malu terbagi kepada 3 jenis :
1. Malu yang bersifat fitrah, mislanya malu yang di alamiketika melihat gambar gang seronok (yang tidak islami) atau malu karena ucapan yang kotor.
2. Malu yang didasari iman, misalnya, seorang muslim meninggalkan maksiat karena malu dari peraturan Allah (muraqabatullah)
3. Malu yang muncul dari jiwa, misalnya malu karena tidak memakai busana yang pantas di depan khalayak ramai.

Rasa malu laksana perisai yang dapat mencegah seseorang dari melakukan kemunkaran dan kemaksiatan. Bahkan mulia atau hinanya akhlak seseorang dapat diukur rasa malu yang dimilikinya
Dengan kata lain, ketika kita dalam kondisi ihsan, sifat malu ada dalam diri kita. Apa itu ihsan? "Engkau menyembah Allah seakan melihatnya. Jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya dia melilhatmu." Begitulah makna dari jawaban rasulullah atas pertanyaan Jibril dalam sebuah hadits yang tercantum dalam kitab matan arbain. Itulah sifat malu yang sesungguhnya, sebagaimana yang disampaikan kepada kita melalui Abdullah bin Mas`ud yang bahwasanya rasulullah berkata : "Malulah kepada Allah dengan malu yang sebenar-benarnya."

Saat ini banyak wanita yang salah menempatkan rasa malu, sehingga hakikat penciptaan wanita yang seharusnya menjadi perhiasaan dunia dengan keshalihannya menjadi tak lagi bermakna. Banyak wanita yang menikuti kontes-kontes untuk mendapatkan mahkota kehormatan yang mengekpos kecantikan mereka. Tidak sebatas kecantikan wajah, tetap juga keindahan tubuh.
Mereka berlomba-lomba mengikuti audisi putru-putri kecantikan, hanya demi sebuah mahkota dari emas permata. Mereka rela membuka aurat sekaligus menaggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota pada dirinya.

Sungguh kecantikan pada suatu hari akan memudar. Dan ketika jasad telah menyatu dengan tanah, apakah yang bisa dibanggakan dari kecantikan itu?
Rasulullah bersabda, yang artinya, "ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Perempuan itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya surga, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian." (H.R Muslim)

Diantara makna perempuan yang berpakaian tapi telanjang adalah perempuan yang memakai pakaian tipis sehngga tampak bagian dalam tubuhnya. Mereka berpakaian namun sebenarnya telanjang.
Menjaga rasa malu adlah bentuk ketaatan dan sebagai wujud syukur karena Allah telah memberikan segala nikmat yang tidak dapat di hitung dan Allah yang telah menghilangkan seglaa sesuatu yang sukar dalam kehiudpan.

Danial Amsal
Penulis adalah Santriwan Kelas 5 LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga

Related

tashauf 563702710671399254

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item