umdah

Mengucap Salam Kepada Lawan Jenis

Umdah.co.id- عن اسماء بنت يزيد الانصارية ان النبي صلى الله عليه وسلم مر في المسجد وعصبة من النساء قعود، قال بيده اليهن بالسلام، فقال ايا...


Umdah.co.id-
عن اسماء بنت يزيد الانصارية ان النبي صلى الله عليه وسلم مر في المسجد وعصبة من النساء قعود، قال بيده اليهن بالسلام، فقال اياكن وكفران المنعمين اياكن وكفران المنعمين

Asma binti Yazid Al Anshariyah menuturkan bahwa Nabi Saw pernah melintasi masjid. Disana ada sekumpulan wanita yang sedagn duduk. Rasulullah mengucapkan salam kepada mereka sembari memberi isyarah kepada mereka dengan tangan, lalu bersabda, "Jauhilah kufur nikmatnya orang-orang yang bergelimang kenikmatan"

Apakah kufranu muna`amin itu?
Mengenai kufranu muna`amin, Rasulullah menafsirkan, tatkala salah seorang wanita bertanya, ”Wahai Rasulullah, aku berlindung kepada Allah dari mengingkari nikmat Allah".  Beliau menjawab, "Benar, akan tetapi barangkali ada di antara kalian yang melewati masa lajang yang cukup panjang , sehingga  ia merasa kesepian dalam kesendiriannya. Lalu Allah menikahkannya dengan seorang suami kemudian lahirlah seorang anak yang menjadi penyejuk mata. Namun, suatu ketika ia marah dan emosi sembari mengumpat, "Demi Allah. aku tidak pernah mendapatkan perlakuan baik darinya sedikitpun".

Perbuatan tersebut termasuk kufur nikmat. Itulah yang di maksud kufur nikmatnya para waita yang bergelimang kenikmatan. Na`uzubillah. Semoga sahabt CPR (calon pendamping Rasulullah) tidak terjadi hal yang sedemikian. Amiin.

Penjelasan Hadits
 Dalil di atas yang telah di sebutkan sebelumnya menegaskan tentang kewajiban dalam menjaga lisan dan aurat. Terkadang ada yang berpedapat bahwa perempuan yagn menjaga lisannya tidak boleh menjawab salam seorang laki-laki. Ia juga tidak boleh mendahului mengucapkan salam kepada mereka. Pendapat ini muncul dari kaedah bahwa seorang permpuan wajib menetap di rumahnya. Kalaupunn ia keluar rumah dengan satu keperluan, hendaklah ia tidak berbaur dengan laki-laki.

Namun, ada beberapa keadaan ketika sebagian laki-laki dan wanita saling melihat dan mendengar. Dalam keadaan seperti ini, bolehkah laki-laki mengucap salam kepada wanita atau wanita memeberi salam kepada laki-laki?

Banyak nash yang menegaskan bahwa jika tidak ada kecurigaan atau kekhawatiran timbulnya fitnah, maka mengucapkan salam kepada wanita di bolehkan. Hadits di atas menyatakan bahwa Rasulullah mengucapkan salam kepada sekumpulan wanita.

Hadits ini adalah dalil bahwa laki-laki tidak boleh mengucapkan salam kepada sekolompok wanita. Tak diragukan lagi bahwa barangsiapa termasuk orang berwibawa, terpadang, dan juga berlaku baik, maka  ucapan salamnya hanyalah untuk kebaikan. Lain halnya dengan orang yang tidak amanah dan tidak taat kepada agama, semua itu dikahwatirkan akan menimbulkan fitnah atau keburukan. Begitupun salam pemuda kepada seorang pemudi atau sebaliknya, terkebih jika keduanya bertemu di jalan.

Bila salam du ucapkan dari balik tembik atau tabir, maka dia anjurkan untuk menjawabnya. Demikian pula bila seorang perempuan mendatangi sebuah rumah, maka ia dianjurkan mengucapkan salam.
Ummu Hani` binti Abi Thalib (saudari kahalifah Ali bin Abi Thalib) bercerita, "Aku pernah datang kepada Rasulullah pada tahn penaklukkan kota Makkah. Saat itu aku mendapati beliau sedang mandi. Sedang Fathimah, putrinya, menutupi beliau. Aku kemudian mengucapka salam. Beliau bertanya, "Siapa?" Aku menjawab, "Aku Ummu Hani` binti Abi Thalib. Beliau bersabda, "Selamat datang wahai Ummu Hani`.

Demikian juga mengucapkan salam vi telepon, seperti ketika seorang laki-laki menelpon temannya dan yang mengangkat istrinya atau seorang perempuan menelpon saudari perempuannya, tapi yang mengangkat adalah suaminya. Mengucapkan dan menjawab salam dalam kondisi seperti ini juga do perbolehkan, dengan syarat, si perempuan tidak boleh melembutkan suaranya.

Kandungan Hadits
Hadits diatas mengandung beberapa faedah dan hukum, di antaranya :
1. Perempuan boleh ke mesjid dengan syarat di sertai mahramnya dan jauh dari pada tuhmah
2. Perempuan boleh duduk di mesjid
3. Boleh mngucapkan salam dengan isyarat jangan melembut lembutkan suaranya
4. Menasehati orang yang di khawatirkan terjerumus dalam perbuatan dosa, meskipun itu belum terjadi
5. kemuliaan dan kasih sayang Nabi kepada ummatnya. Beliau menunjukkan ummatnya pada kebaikan dan memperingatkan mereka dari keburukan
6. Ucapan salam antara laki-laki dan perempuan apabila  dilakukan sesuai dengan aturan syariat maka tidak bertentangan dengan perintah menjaga lisan
7. Laki-laki yang bisa di percaya boleh menasehati kaum perempuan, memerintah mereka pada kebaikan melarang meraka dari kemungkaran


Eka Sartika
Santriwati kelas 6A LPI MUDI Mesjid Raya

Related

Tips 6815039257036437671

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item