umdah

Bingkisan Buat Para Sang Pemimpi

Setiap thalabul ilmi pasti punya mimpi, mimpi yang dia inginkan atau mimpi yang timbul dari dorongan orang yang dia cintai misalnya ora...


Setiap thalabul ilmi pasti punya mimpi, mimpi yang dia inginkan atau mimpi yang timbul dari dorongan orang yang dia cintai misalnya orang tuanya. Namun, tak sedikit dari mereka yang hanya sekedar bermimpi, sementara usaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu terkadang teralpaka. Hal demikian rentan terjadi, bisa jadi dikarenakan tidak  ada visi yang jelas atau karena mudah menyerah.
Setidaknya, ada beberapa hal yang perlu dicatat oleh para pemimpi. Diantaranya adalah;

1.     Menetapkan Visi
Setiap pelajar hendaknya memiliki visi yang jelas. Untuk apa dia belajar? Apa Tujuannya belajar di pesantren?, Apa yang diharapkan setelah ia menyelesaikan studinya? Dengan demikian, ia tidak asal-asalan dalam menjalani proses studinya. Bukankah jauh-jauh Rasulullah SAW pernah menyinggung dalam salah satu Hadis; Setiap perbuatn tergantung pada niatnya (HR. Al-Bukhari). Visi yang kuat akan menguarkan jiwa santri dikala rintangan datang. Bukankah semakin kapal memiliki layar yang besar membuatnya semakin gagah berlayar ?

2    Tanamkan Belajar Bukan Karena Paksaan
Menjadikan belajar sebagai makanan, serasa kita akan merasa lapar jika tidak melakukannya. Buat bagaimana caranya agar belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan paksaan. atau buat akativitas taalum layaknya pendapatan yang wajib diperoleh setiap hari. Memang, awalnya hal ini seperti sebuah pengorbanan. Namun, jika kita ikhlas dan menjadikan Allah satu satunya sandara maka bersiaplah untuk menjadi juara dihadapan Allah dan makhluknya.

3.     Fokus
Sebuah ungkapan yang sangat bagus dari salah seorang ilmuan : “kehidupan tidak akan pernah menjadi luar biasa tanpa fokus, dedikasi dan disiplin”. Dengan fokus, maka akan membuat kita lebih tajam dalam menentukan sasaran. Ibarat sinar matahari tidak akan bisa membakar kertas, akan tetapi jika sinar ini difokuskan lewat sebuah kaca pembesar, maka sinar ini tidak hanya mampu membakar kertas, tapi daging pun juga bisa matang terbakar dengan sinar itu. Maka tak heran, jika Al-Ghazali meraih gelar Hujjah al-Islam, kefokusan yang dimilikinya dapat mengantarnya pada penguasaan berbagai disiplin ilmu, dan sebagian besar karyanya menjadi rujukan orang-orang barat. selain itu shalat yang baik juga akan melahirkan jiwa yang foku didalam kehidupan dan merajut mimpi.

4.     Tidak Ada Kamus Kata Menyerah
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Tidak menutup kemungkinan kita juga pernah mengalaminya. Bisa jadi kita sudah bersusah payah, berjuang, belajar, namun tidak mendapatkan hasil yang kita inginkan. Rasa putus asa akan menebalkan kulit bawang, adapun sifat tidak berputus asa layaknya mencairkan gunung es dalam sekejap. Dalam sebuah hikyah dikisahkan  bahwa Ibnu Hajar adalah ulama yang memulai studinya diusia yang terbilang lanjut, bahkan beliau pernah pergi dari tempat menuntutnya, namun Allah berkehendak lain dikala Ibnu hajar melihat batu yang berlubang disebabkan tetesan air dan membuatnya mengambil sebuah pelajaran berharga bahwa dia memliki potensi untuk cerdas karna otak tidaklah sekeras batu. batu saja bisa berlubang apalagi otak ?

5    Membutuhkan Waktu dan Kesabaran
Dalam hal ini, Imam Az-Zarnuji menulis dalam karya monumentalnya ; Ta’lim al-Mutaallim; Bahwa di antara keniscayaan seseorang untuk mendapatkan ilmu adalah waktu yang lama. Napoleon Hill mengatakan: “kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses. Karenanya, jika Anda ingin sukses, maka anda harus siap menjalani prosesnya”.  man Shabara Shafira (siapa yang sabar akan menang)


Related

Opini 8972644888827001288

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

item