umdah

Mau Bahagia? Ini Rahasianya

Mungkin kita pernah bertanya-tanya, kenapa hidup si A bisa sangat bahagia dari kita, ia tersenyum setiap hari dan seperti tidak mempunyai...

Bahagia? Mudah Sebenarnya
Mungkin kita pernah bertanya-tanya, kenapa hidup si A bisa sangat bahagia dari kita, ia tersenyum setiap hari dan seperti tidak mempunyai beban dalam kesehariannya. Kita pun ingin bisa merasakan bahagia yang seperti itu, namun kita mungkin tidak pernah bisa memperolehnya. Kenapa?
Bisa jadi kita belum merasa bahagia hingga saat ini dikarenakan kita belum mengizinkan hatimu untuk merasa bahagia.

Untuk bisa merasa bahagia, sebenarnya kita tidak perlu mengikuti gaya hidup orang lain. Tapi, cobalah untuk selalu bersyukur dengan segala kondisi yang kamu punya saat ini.  Masih banyak orang yang tidak seberuntung diri kita. Bersyukurlah akan hal-hal kecil dapat membawamu menuju kebahagiaan. Mari kita simak sebuah cerita dibawah ini :

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan sedang nmeyusuri sawah sesudah seharian memacul di sawah mereka dalam lebatnya hujan. Tiba-tiba lewatlah sebuah motor dijalan raya diddepan mereka. Berkatalah sang suami pada istrinya "Betapa bahagianya suami istri itu bu, bisa naik motor. Meski mereka bisa kuhajanan juga teteapi mereka bisa lebih cepat sampai rumah. Tidak seperti kita harus harus lelah berjalan untuk sampai kerumah".

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang beboncenagn di bawah hujan sebuah mobil pick-up lewat di depan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tak perlu berhujan-hujan seperti kita ini." Di dalam pick-up itu pun terjadi sebuah perbincangan ketka lewat sebuah mobil Mercy lewat.

"Lihatlah bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil bagus itu. pasti nyaman dikendarai, tidak selalau mogok seperti mobil kita". Pengendara mobil mewah itu adalah seorang pria kaya raya dan ketika melihat suami istri di bawah guyuran hujan pria kaya raya itu berkata dalam harinya " Betapa bahagainya mereka, begitu mesranya mereka berjalan dalam hujan berdua menikmati indahnya alam pendesaaan sementara aku dan istriku tak pernah punya waktu untuk bersama karena masing-masing sama-sama sibuk.

Kebaghagian tidak akan pernah datang andai kita hanya melihat kebahagian orang lain dan selalu membandingkan hidup orang lain. Kebahagian bukan semata dilihat dari harta karena yang berharta belum tentu bahagia.

Nikmat dan karunia Allah meliputi banyak hal, ada yang bersifat lahiriah maupun batiniah, baik yang kita minta maupun yang tidak kita minta. Sebab, nikmat yang Allah berikan kepada kita pada dasarnya bukan berdasar atas permintaan kita, melainkan karena Allah Maha Tahu bahwa nikmat itu memang kita perlukan sesuai kebutuhan kita. Namun hal itu sering tidak kita sadari, sehingga banyak karunia Allah yang tanpa kita sadari kita menikmatinya. Ketidaksadaran itulah yang membuat kita lalai untuk bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Kita hanya berfokus pada apa yang kita minta, tapi lalai dengan apa yang ada. Ingatlah bahwa seindah apapun rencana kita namun rencana Allah untuk kita itu jauh lebih indah karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik pula menurut Allah.

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, karena di masa itulah kita tumbuh. Bersyukurlah untuk keterbatasan karena itu memberikan kita sebuah kesempatan untuk berkembang. Bersyukur untuk setiap tantangan baru karena itu akan membangun kekuatan dan karakter kita. Bersyukur pula untuk setiap kesalahan yang kita buat karena dengan demikian itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga. Karena sesungguhnya dengan kita selalu bersyukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Maka jika bersyukur itu banyak mendatangkan kebaikan, mengapa kita lupa dengan nikmatnya yang akan membuat hidup terasa sempit bahkan merasa serba kurang. Bersyukurlah atas apapun keadaan kita, karena di balik itu tentu ada hikmahnya.

 "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim:7).

Rasulullah SAW pernah menasihati sahabatnya, Tsa'labah: "Kenikmatan sedikit yang membuat pemiliknya bersyukur kepada Allah lebih baik daripada kenikmatan yang banyak tetapi tidak membuat pemiliknya bersyukur kepada-Nya."


Bersyukurlah selalu atas kehidupan supaya kita tahu dimana kebahagian itu berada.

elhasan_umar

Related

Tips 2334382259025892457

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item