umdah

Kisah Amar bin Tsabit yang Syahid di Perang Uhud

Umdah.co.id - Para sahabat Rasulullah, ketika mengikuti peperangan apa saja, mereka sangatlah berani. mempunyai semangat yang menggeb...



Umdah.co.id - Para sahabat Rasulullah, ketika mengikuti peperangan apa saja, mereka sangatlah berani. mempunyai semangat yang menggebu-gebu? Begitu masuk islam, mereka langsung menjadi seorang muslim yang sungguh-sungguh seperti dalam kisah berikut ini.

Pada tahun ke 3 Hijriah, terjadilah perang uhud antara kaum muslimin melawan kaum kafir Quraisy. Rasulullah saw kemudian menyeru  laki-laki untuk segera mengumpulkan pasukan perang.
Ketika tengah mengatur prajurit, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani-Asyahali menemui Rasulullah saw.

Dia adalah Amar bin Tsabit yang menyatakan diri ingin masuk islam. Amar bin Thabit ra, terlambat masuk islam disbanding kaumnya. Pemimpin Bani Asyahali yakni Sa’ad bin Muadz telah terlebih dahulu masuk islam.

Amar sebelumnya tidak tertarik masuk islam dan enggan mengikuti teman-temannya yang berbondong-bondong masuk islam.

Dengan sombongnya dia berkata “Walau aku mengetahui kebenaran yang kalian anut sudah pasti aku tidak akan mengikutinya.”

Karena kesombongannya Amar pun dijauhi teman-temannya. Dia terasing ditengah-tengah kaum muslimin. Hatinya kemudian menjadi tidak tenang. Apalagi ketika semua orang berbondong-bondong memenuhi panggilan jihad perang uhud. Hati Amar pun terketuk. Akhirnya dia pun membuka hatinya memeluk islam.

Rasulullah saw menyambut kedatangan Amar dengan penuh gembira. Hari itu juga Amar ikut berangkat ke medan uhud dengan membawa pedang yang tajam Amar membuktikan kesungguhan hatinya dengan membela islam sepenuh jiwa. Dia maju ke depan dengan berani hingga terluka parah.
Orang-orang banyak yang tidak mengetahui keislaman Amar. Sebelumnya mereka mengetahui Amar masih musyrik. Mereka heran melihat Amar tiba-tiba telah mengayunkan pedang ke arah kafir Quraisy. Mereka menyangka Amar hanya ikut-ikutan saja, karena kesepian di Madinah.

“Untuk apa ikut kemari, ya Amar?” Tanya salah satu mereka keheranan.

Amar pun menjawab lantang sambil terus menyerang musuh.

“Aku sudah beriman kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah akan memberikan Syahid padaku dalam waktu yang tidak lama lagi”

Subhanallah, Amar sangat bersemangat dan berani. Dia malah mengharap mati syahid padahal baru saja masuk islam. Begitulah akhirnya Amar gugur di medan uhud. Gugur syahid sebagai pembela islam.

Rasulullah saw bersabda tentangnya “Amar itu nanti akan berada di dalam surga.”
Orang-orang yang takjub dengan kisah akhir hidup Amar. Sekian lama dia menjadi musyrik, namun baru saja memeluk islam sudah syahid dan masuk surga. Padahal belum sekalipun dia berbuat amalan islam selain berjihad.

Subhanallah, alangkah beruntungnya Amar bin Thabit. Semoga teman-teman dapat meneladani dan mengikutinya. Berani berjihad demi memperjuangkan islam. (Kelas 1 C LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga)





Related

Sejarah 2907517288612722096

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item