umdah

Pemberian Allah Lebih Indah Dari Yang Diharapkan

Umdah.co.id-  Salah satu senjata ummat muslim yang paling ampuh adalah do`a. dalam aspek manapun dalam kehidupan mansuia untukl meraih se...


Umdah.co.id- Salah satu senjata ummat muslim yang paling ampuh adalah do`a. dalam aspek manapun dalam kehidupan mansuia untukl meraih segala harapan tidak terlepas dari yang namanya doa dan usaha. Karena usaha tanpa doa adalah maya, doa tanpa diiringi usaha itu fatamorgana.

Allah sendiri berfirmandalam Al quran agar kita berdoa, maka pasti akan dikabulkannya.
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Qadha
Memang setiap makhluk didunia ini telah ditetapkan qadha dan qadarnya oleh Alalah Swt di lauhul mahfudh. Semua yang berdasarkan apa yang telah ditakdirkan pada azali, namun qadha dan qadar Allah Swt menjadi faktor tidak bermanfaatnya setiap doa yang telha dipanjantkan.

Secara garis besar qadha Allah swt tebragi 2, yaitu qadha mubram dan qadha muallaq. Qadha mubram merupakan takdir Allah pada makhluk yang sudah baku dan pasri terjadi tanpa dapat diganggu gugat lagi. sedangkan qadha muallaq adalah takdir Allah swt terhadap makhluk yang terjadi atau tidaknya dikaitkan daengan hal-hal lain.

Doa bermanfaat bagi manusia dari segi 2 qadha tersebut, tentu saja dengan kronologi yang berbeda. Qadha mubram dipengaruhi oleh doa pada besar dan kecilnya hal yang terjadi, misalnya seseorang telah ditakdirkan mendapat musibah oleh Allah swt tertimpa batu besar, lalu ia berdoa, dan doanya dikabulkan. Batu besar yang telah menjadi jatah musibahnya menjadi batu kecil Karena doanya. Intinya dia tetap akan mendapat kan musibah. Sedangkan qadha muallaq secara mutlak dipengaruhi oleh doa, terjadi atau tidaknya suatu hal terhadap hamba, jika memang Allah swt mengaitkannya dengan doa hamba.

Tidak terkabulnya doa
Sering kita jumpai orang-orang yang berdoa tapi tidak terkabulkan doanya, apakah dengan tidak terkabulnya doa seorang hamba dapat menolak kandungan ayat-ayat yang terlah termaktub? Tentu saja tidak.

Sebelum berburuk sangka kepada Allah swt, terlebih dahulu kita tinjau kembali pribadi masing-masing, serta cara-cara kita berdoa, karena doa memiliki adab serta syarat-syarat tersendiri  yang harus dipenuhi agar terkabulnya doa.

Dianatara syarat-syarat berdoa adalah memakan makanan hala, berdoa dengan yakin akan terkabul, hatu tiddak lalai pada hal-hal lain saat berdoa (serius), tidak berdoa yang mustahil terjadinya walaupun secara rasio.

Dan diantara adab berdoa adalah memilih waktu-waktu yang mempunyai kelebihan, seperti saat sujud, wantara azan dan iqamah, dan sebagainya, dan terlebih dahulu bertaubat, mengakui segala dosa, ikhlas, dan diawali dengan meuji Alllah swt dan bershalawat kepada nabi dan mengakhiri dengannya juga.

Pilihan Allah Lebih Indah
Swgwlintir orang seringkali keliru dalam menafsirkan terkabul do`a. tidak terwujudnya apa saja yang di do`akan dijadikan indikasi oleh mereka untuk tidak terkabulnya do`a hamba dengan penafsiran yang cukup keliru.

Setiap orang yang berdo`a dengan tata cara yang telah disebutkan sudah pasti do`anya diterima oleh Allah swt. Tapi tetap dalam ranah karunia, seperti apa yang telah diutarakan Ibnu Athaillah dalam Hikamnya
متى اطلق لسانك باطلب فاعلم انه يريد ان يعطيك
Manakala Allah melepaskan lidahmu dari meminta, maka ketahuilah sesungguhnya Allah merencanakan sebuah pemberian.

Hanya cara Allah menerima doa hambanya saja yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi si hamba yang berdoa.
Allah swt mengabulkan doa para hamba-Nya, bukan berarti Allah hanya mewujudkan permintaan si hamba dalam do`a yang di panjatkannya, tapi bisa saja Allah membalas perbuatan hamba tersebut yang telah berdo`a dengan cara tak terduga..

Ibnu Abbad Al-Randi menyebutkan dalam kitabnya beberapa cara Allah mengabulkan do`a yang dipanjatkan oleh hamba-Nya :
Allah mewujudkan apa yang dido`akan dengan segera
Allah menundanya karena ada hikmah yang tersembunyi
Allah memberikan hal lain yang bukan permintaannya, karena tidak ada mashlahah, namun ada mashlahahnyaa pada hal lain.

Doa yang diminta ada kemashlahatanya, namun pada hal lain kemshlahatannya lebih besar.
Namun, dibalik semua hal yang telah terurai diatas, tetap tidak terlepas dari kehendak Allah swt.
Wallahu A`lam.

Dikutip dari
Hikam ibn Athaillah
Syarh Ibn Abbad Al-Randi
Syarh Syaikh Ibrahim Al-Bajuri (Tuhfatul Murid)

Penulis , Al Murtaza Ridwan
Sntriwan Kelas 3H LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga


Related

tashauf 2130599431354659012

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item