umdah

Pernahkah Kamu Bertanya Tentang Hati?

Hatimu tak seindah dulu, mungkin. Kala masih kecil benar-benar bersih bukan? Bahkan, keindahannya membuatmu digemari para orang yang dewasa...


Hatimu tak seindah dulu, mungkin. Kala masih kecil benar-benar bersih bukan? Bahkan, keindahannya membuatmu digemari para orang yang dewasa. Tapi, adakah sejenak, sekarang ini, engkau mengetahui bagaimana kabar hatimu?


Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).



Kata Imam al-Ghazali, Nyatalah dengan hadis ini bahwasanya asal kemuliaan manusia adalah dengan hati.

Hati adalah seperti raja yang diangkat di dalam alam jasad. Sedangkan semua anggota tubuh yang dhahir selain hati adalah seperti tentara yang mengikuti raja.

Ketahuilah! bahwasanya ahli sufi mengumpamakan hati bagaikan raja dan mengumpamakan badan manusia seperti negeri tempat kerajaannya, dan mengumpamakan semua anggota yang dhahir sebagai tentaranya.

Maksud anggota yang dhahir yaitu seperti mata, hidung, telinga, lidah, tangan, perut dan kaki.

Maka jikalau baik hati, niscaya baik pula segala anggota yang dhahir. Jikalau baik anggota yang dhahir niscaya sempurna badannya. Jika binasa hati binasa pula segala badannya.

Maksud dari baik hati adalah mengerjakan taat yang bathin dan menjauhi maksiat yang bathin.

Maksud baik anggota yang dhahir adalah mengerjakan taat yang dhahir dan menjauhi maksiat yang dhahir.

Maksud taat yang bathin yaitu segala sifat yang terpuji dan segala perangai yang baik seperti ikhlas di dalam melakukan ibadah. Contohnya zuhud (tidak gemar terhadap dunia), wara' (meninggalkan yang haram dan syubhat) sabar, syukur, tawakkal, mahabbah, ridha dan lain-lain.

Maksud maksiat bathin adalah segala sifat yang jahat dan perangai jahat seperti riya, ujub, takabbur, sangat menyenangi dunia, marah,hasud, dan lain-lain.

Maksud taat yang dhahir adalah sembahyang, puasa, mengeluarkan zakat. Sedankan maksud maksiat yang dhahir adalah seperti berzina, minum arak, mencuri, merampok dan lain-lain.


Related

tashauf 2275758387352510629

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item