umdah

Dengki dan kikir penyebab malapetaka yang menimpa Habil,Qabil,dan Iqlima



Dengki dan kikir penyebab malapetaka yang menimpa habil,Qabil,dan Iqlima
Umdah.co.id- Nabi Adam as adalah manusia sekaligus rasul pertama di permukaan bumi,Allah menciptakan beliau di dalam surga, kemudian Allah menciptakan siti hawa sebagai pendamping hidup beliau,karna tipu daya iblis keduanya pun terusir ke dunia yang kita huni saat ini Siti selalu melahirkan anak kembar,dalam setiap kandungannya slalu ada satu laki-laki dan satu perempuan,jumlah keseluruhan anka nabi adam adalah empat puluh orang,yang berarti siti Hawa mengandung sebanyak 40 kali. Anak Nabi Adam as yang pertama bernama Qabil yang kembarannya .
adalah Iqlima,sedangkan yang terakhir bernama Abdul Mughis dan kembarannya bernama Ummul Mughis,kemudian Allah memperbanyak keturunan Nabi Adam as sebagaimana yang Allah nyatakan dalam Al-Qur’an “Wahai manusia ,takwa lah kepada tuhanmu yangtelah menciptakanmu dari jiwa yang satu” Ibnu Abbas ra. Pernah berkata “Tidaklah nabi adam itu meninggal kecuali sesudah melihat anak cucunya sebanyak empat puluh orang” Terjadi perbedaan pendapat ulama tentang waktu lahirnya Habil dan Qabil,sebagian para ulama mengatakan “Nabi Adam dan Siti Hawa baru bersatu di bumisetelah seratus tahun terusir dari surga” setelah itulah lahirnya Qabil dan kembarannya Iqlima dan habil beserta kembarannya labuda Sedangkan menurut pendapat Muhammad bin Ishak yang diriwayatkan dari sebagian ahli ilmu dari Al-Kitab “Nabi Adam dan Siti Hawa bersatu dalam surga,sebelum di timpa keburukan,maka lahirlah Qabil beserta kembarannya Iqlima di dalam surga”

Ketika mengandung dalam surga,Siti Hawa tidak mempunyai keinginan layaknya seorang wanita mengandung,beliau juga tidak merasa kesakitan baik saat mengandung maupun saat melahirkandan juga tidak terlihat darah saat proses melahirkan ,kemudian manakala terusir keuduanya yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa ke permukaan bumi,mengandunglah Siti Hawa untuk Habil dan Labuda,saat inilah Hawa merasakan apa yang seharusnya di rasakan seorang wanita yang sedang hamilmulai dari ingin ini dan itu sampai kesakitan dan juga pendarahan.

Dan apabila anak-anaknya Nabi Adam tumbuh menjadi dewasa,mak Nabi Adam as akan mengawinkan mereka dengan cara kawin silang,laki-laki dari kandungan pertama kawin dengan perempuandari kandungan kedua,laki-laki dari kandungan yang kedua kawin dengan perempuan dari kandungan pertama,yang intinya mereka tidak boleh kawin dengan saudara kembarnya sendiri,karna saudara kembar tidak halal bagi mereka,kawin antar saudara pada masa ini di perbolehkan karna hanya merekalah manusia yang ada pada saat itu.

Maka ketika Habil dan Qabilmenjadi pria dewasa maka datanglah perintah dari Allah kepada Nabi Adam asuntuk menikahkan mereka,Qabil diperintahkan untuk menikahi Labuda yaitu saudara kembar dari Habil,sedangkan Habil diperintahkan untuk menikahi Iqlima yang merupakan saudara kembarnya Qabil.

Setelah Nabi Adam mengemukakan hal tersebutkepada mereka,Habil rela dengan keputusan tersebut,sedangkan Qabil karena kedengkiannya dan kekikirannya dia merasa di rugikan,karena Iqlima jauh lebih cantik dari Labuda,sehingga dengan penuh kemarahan Qabil berkata "Iqlima adalah saudaraku yang lahir bersamaku dalam satu kandungan ,dan dia jauh lebih cantik dari saudaranya Habil,maka aku lebih berhak dengan Iqlima karena kami anak surga,sedangkan Habil danLabuda adalah anak bumi"

kemudian Nabi Adam as berkata:"Iqlima tidak halal bagimu"
tapi Qabil,karena kedengkian yang sudah berakar di hatinya,enggan untuk menerima kenyataan tersebut,lalu berkata"Allah tidak memerintahmu seperti ini,ini hanya pemikiranmu"
Maka berkatalah Nabi Adam as kepada keduanya"dekatkanlah diri kalian kepada Allah dengan cara berqurban,maka qurban siapa yang di terima oleh Allah,dialah yang berhak terhadap Iqlima"
Para 'alim  'ulama menyatakan:

"Apabila qurban tersebut diterima oleh Allah maka akan turun api putih dari langit untuk memakannya,dan apabila Allah tidak menerimanya maka tidak akan ada api putih yang akan memakannya,lalu qurban tersebut akan di makan oleh burung-burung dan binatang buas"
kemudian pergilah Qabil untuk mendekatkan diri kepada Allah,Qabil adalah seorang petani, maka yang dia kurbankan adalah setumpuk makanan yang paling buruk dari hasil panennya,dia juga menyembunyikannya dari orang lain,Qabil dengan sifat kikirnya berkata
"Aku tidak peduli kurbanku diterima atau tidak,tidak boleh ada yang menikahi saudariku selain diriku,untuk selama-lamanya"

Sedangkan Habil adalah seorang peternak,maka Habil memilih kibas yang paling bagus dari sekian banyak kibas miliknya,Habil juga menyembunyikannya karna mengharap ridha Allah dan menyerahkan urusannya kepada Allah.

Imam Ismail bin rafi'pernah berkata:
"Habil mempunyai seekor anak kibas yang sangat di sukainya,bahkan sampai kibas tersebut telah besar tidak ada harta lain yang lebih di cintainya selain kibas tersebut,akan tetapi ketika datangnya perintah berkurban,kibas tersebut menjadi pilihan Habil untuk dikurbankan''
Kemudian Habil danQabil meletakkan kurbannya masing-masing di sebuah bukit,kemudian berdoalah Nabi Adam kepada Allah SWT. Maka turunlah api dari langit memakan kurbannya Habil tanpa memakan kurbannya Qabil. Karena Qabil hatinya tidak bersih dari dengki, sedangkan syarat diterimanya kurban harus dengan hati yang bersih.

Kibas kurbanan Habil disimpan di surga, kelak akan di jadikan sebagai ganti dari Nabi Ismail sebagai kurban dari sang ayah,Nabi Ibrahim a.s tatkala Nabi Ibrahim ingin menunaikan janjinya yaitu menyembelih anaknya sendiri sebagai kurban.

Setelah itu, turunlah Habil dan Qabil dari bukit secara terpisah. Sungguh marahlah Qabil karena Allah menolak kurbannya. Sehingga lahirlah sifat hasud dan kedurhakaan dalam hati Qabil. Namun Qabil menyembunyikan perasaannya hingga berangkatlah Nabi Adam a.s untuk menziarahi Ka'bah Baitullah.

Ketika Nabi Adam a,s berencana untuk berangkat, berkatalah Nabi Adam a.s kepada langit, "Jagalah anak-anakku dengan amanah". Tetapi langit menolaknya. Kemudian  Nabi Adam a.s mengamanahkannya kepada bumi serta gunung-gunung, tetapi mereka juga menolak. Akhirnya Nabi Adam a.s mengamanahkan kepada anak tertuanya(Qabil), dan Qabil menyanggupinya seraya berkata,"Ia, pergilah wahai ayahku. Saat engkau kembali nanti, engkau akan mendapati semuanya sama seperti saat engkau pergi"

Akan tetapi saat Nabi Adam as kembali Habil telah terbunuh oleh Qabil. Hal ini selaras dengan apa yang telah Allah firmankan dalam al-Qur’an surah al-Ahzab:72
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Yaitu Qabil ketika menanggung amanat ayahnya lalu berkhianat.

Menurut pendapat para ulama “Ketika Nabi Adam as telah berangkat maka didatangilah Habil oleh Qabil, lalu terjadilah percakapan . Qabil berkata “Aku akan membunuhmu”. Habil menjawab “Kenapa engkau ingin membunuhku”.Lalu Qabil berkata “ Karena Allah menerima qurbanmu, tidak menerima qurbanku, dank au menikahi kembaranku yang cantik jelita, dan aku menikahi kembaranmu yang tidak cantik, maka lahirlah anak-anakmu lebih baik dari anak-anakku, dan berbangga-banggalah anakmu terhadap anak-anakku”. Habil berkata “ Hanya sanya Allah menerima qurban dari orang-orang yang bertaqwa. Silahkan kau bunuh aku, dan aku tidak akan membunuhmu Karena aku bertaqa kepada Allah.

Sedangkan menurut pendapat Assadi :
“ Ketika Qabil berencana untuk membunuh Habil, maka Habil bersembunyi dipuncak-puncak gunung, sampai pada suatu hari Qabil mendapatinya dalam keadaan tertidur, kemudian Qabil mengambil sebuah batu besar, dan menghantam Habil, sehingga meninggallah Habil.

Sedangkan menurut pendapat Ibnu Juraikh :
Pada mulanya Qabil tidak mengetahui Cara untuk membunuh saudaranya,Kemudian datanglah iblis untuk mengajarinya. Iblis mengambik seekor burung, kemudian dihantamlah kepala burung dengan sebongkah batu, dan  Qabil yang menyaksikannya menjadi tau cara untuk membunuh saudaranya. Sehinnga terjadilah pembunuhan Habil diantara dua bongkah batu, pada waktu itu Habil berusia 20 tahun”.

Terjadi perbedaan pendapat para ulama tentang tempat terbunuhnya Habil.
Menurut Ibnu Abbas, pembunuhan Habil terjadi dibukit Tsur. Pendapat lain mengatakan di Aqabah Hirak.

Sedangkan menurut sebuah hikayah dari Ibnu jarir Ath-Thibbri berdasarkan pendapat JA`far Shadiq, Pembunuhan Habil terjadi di Bashrah, ayitu ditempat mesjid agung.
Ketika Habil telah terbunuh, Qabil kebingungan dan tak tau apa yang harus dialkukannya, karena habil adalah mayat pertama di permukaan bumi ini. Kemudian Qabil memikulnya selama 40 hari, Setahun berdasarkan pendapat Ibnu Abbas, sehingga mayat Habil menjadi busuk dan situnggu-tunggu oleh binatang buas untuk dimakan.
Kemudian Allah mengutud 2 ekor burung gagak yang saling bertengkar hingga terbunuhlah salah satunya, kemudian burung yang selamat menggali sebuah lubang ditanah dengan menggunakan paruh dan cakarnya, lalu diletakkan lah jasad burung yang terbunuh didalm lubang tersebut. Kmeudian ia menimbunnya dengan tanah.

Kejadian tersebut disaksikan oleh Qabil, sehingga ida menjadi tau apa yang seharusnya dia lakukan.
Hal ini diabadikan oleh Alllah Swt dalam Al quran
فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الأرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْأَةَ أَخِيهِ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْأَةَ أَخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.
Menyesalnya Qabil bukan karena membunuh, tapi ia menyesal telah memikul mayat saudarnya selama 40 hari atau setahun.

Ada ulama yang mengatakan bahwa penyesalan Qabil bukan akren atelah membunuh dan mendapatkan dosa besar, tapi Qabil menyesal karena telah memikul mayat saudaranya selama 40 hari, sehingga penyesalan Qabil tidak dapat dikategorikan sebagai penyesalan taubat.

Salim bin Abi Ja`di pernah berkata, “ Manakala Qabil telah membunuh Habil, terdiamlah nabi Adam a.s selama seratus tahun tanpa tersenyum”.
Disebutkan dalam kitab Hazin, berkatalah Ashab Akhbar, “Manakala nabi Adam a.s telah berusia 130 tahun, tepatnya setelah 50 tahun pembuhan Habil, lahirlah nabi Syits, beliau merupakan pengganti Habil. Allah mengajari beliau waktu malam dan siang, ibadat-ibadat, dan juga memberiikan beliau 50 suhuf”.

Ada sebuah pendapat yang menyatakan setelah Qabil membunuh saudaranay, dia pergi secara terusir dan dalam keadaan ketakutan. Qabil merasa tidak aman ketika ada orang yang mellihatnya. Qabil juga ikut membawa lari saudara kembarnya yaitu Iqlima. Qabil pergi kepedalaman Yaman, kemudian datanglah iblis dan berkata pada Qabil, “Hanya sanya api memakan qurban Habil, karena Habil menyembah api, maka sekarang nyalakanlah api, maka api akan menjadi milikmu dan menurutimu”.

Setalah itu Qabil membangun sebuah rumah utnuk menyembah api. Qabil merupakan manusia pertama yang menyembah api. Setiap orang yang melihat Qabil, maka akan melemparinya batu.Hingga pada suatu ahri datanglah seorang buta yang merupakan anaknya Qabil sendiri, orang buta itu ditemani oelh anaknya, ketika berada didepan Qabil berkatalah anak itu kepada ayahnya yang buta, “ini adalah ayahmu (yaitu Qabil)”, maka spontan orang buta itu melempari batu, hingga matilah Qabil. Kemudian anak teesebut berkata “engkau telah membunuh ayahmu”, lalu orang buta buta itu mengankat tangannya dan memnamparnya sampai mati, lalu ia berkata “Celakalah aku, aku telah membunuh ayahku dengan lemparanku, dan membunuh anakku dengan tamparanku”.

Manalkal Qabil telah terbunuh melekatlah kakinya dengan pahanya, dan wajahnnnya menghadap matahari kemanapaun matahari berputar, dan diatasnya  ada sebuah lubang dari api pada musim apnas dan lubang dari salju pada musim dingin. Begitulah azab Qabil sampai hari kiamat.
Para ulama berkata, anak-anak Qabil lalai dengan alat-alat music, baik gendang, seruling dan sebagainya. Mereka terjerumus dalam meminum khamar, menyembah api, dan perbuatan keji lainnya, sehingga Allah menenggaelamkan mereka semua dengan taufa (banjir bandang) pada zaman nabi Nuh. Maka tidak ada satupun yang selamat.
Dan Allah ,menyelamatkan keturunan nabi Syitshingga hari kiamat.
Wallahu A`lam

Referensi kitab Sirajutthatlibin halaman 323 cetakan Haramain

Almunadi Zulkifli
Santriwan kelas 5 LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga

Related

tashauf 7919916745977987715

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item