umdah

Cendaramata Dibalik Panggung Jepara

Umdah.co.id - Beberapa bulan yang lalu, sebanyak 15 santri MUDI lolos dari seleksi untuk mengikuti lomba baca kitab kuning tingkat N...



Umdah.co.id - Beberapa bulan yang lalu, sebanyak 15 santri MUDI lolos dari seleksi untuk mengikuti lomba baca kitab kuning tingkat Nasional yang digelar di Jepara, Jawa Tengah. Ribuan santri dari berbagai daerah ikut menyemarakkan acara tersebut yang berstatus sebagai peserta yang dipandu dengan official masing-masing.

Perlombaan membaca kitab kuning yang dibuka langsung oleh Menteri Agama ini, bertujuan untuk meningkatkan semangat santri dalam belajar ilmu agama dan mempertahankan aqidah dengan menetap di pesantren ataupun pondok. Harapannya, dengan mengadakan acara seperti ini, dapat memotivasi para santri untuk lebih meningkatkan keyakinannya dalam menambah ilmu pengetahuan agama.

Acara yang bertajuk even Nasional ini, digelar di pesantren Raudhatul Mubtadi’in Balekambang. Acara ini banyak memberikan pengalaman dan pelajaran kepada santri. Mulai dari segi tampil di depan umum, menghadapi penguji, bahkan bisa berbagi informasi kepada santri yang lain dari berbagai daerah.

Dengan inilah, santri dari satu daerah bisa mengenal santri-santri dari daerah yang lain, sehingga terbentuknya silahturrahmi.

Dari 53 peserta Aceh yang tampil, ada 15 peserta yang mampu memberikan yang terbaik untuk Aceh dengan meraih juara di berbagai bidang. Sehingga pada tahun ini Aceh mengukir sejarah dengan berada di posisi ke-5 setelah beberapa tahun yang lalu berada jauh di posisi 9. Hal ini memberikan kebanggan yang besar kepada rakyat Aceh, dan juga kepada para pembimbing yang telah berusaha keras mendidik para peserta agar mampu mengharumkan Aceh di even Nasional.

Namun dibalik banyaknya pengalaman yang saya dapat, hanya satu yang sampai saat ini masih saya renungi. Juga menjadi oleh-oleh terbaik untuk sya pulangkan ke kampung halaman yang nantinya menjadi sebuah pelajaran bagi saya dan bagi yang lainnya.

Awal terjadinya pengalaman itu saat pertama kali kami tiba di pesantren tempat diadakannya acara MQK. Saat itu kami dimintai untuk mendaftarkan diri dengan menyerahkan segala persyaratan agar layak menjadi peserta. Karna peserta yang datang berasal dari berbagai daerah, maka kami harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu peserta. 

Kebetulan saat mengantri saya berdampingan dengan salah satu peserta debat bahasa inggris asal Banten. Dia adalah orang yang ramah, langsung memperkenalkan dirinya pada saya dan menanyakan nama saya. 

Setelah itu ia langsung mengatakan sesuatu “Akhi, saya pernah mendengar, bahkan hal itu sudah mahsyur di kalangan banyak orang, bahwa Aceh adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang memberlakukan syariat islam seperti masa-masa dahulu. Cobalah akhi menceritakan sedikit kepada saya agar saya bisa memahaminya untuk kemudian bisa diamalkan”. Sejenak saya terdiam mendengar kata-katanya. Tentu saja karna apa yang dia sampaikan tidak sesuai dengan apa yang telah terjadi di Aceh saat ini. Banyak masyarakat Aceh yang terpengaruh dunia luas. 

Akhirnya saya memberanikan diri untuk menjawabnya “mungkin saya tidak bisa sepenuhnya memberitahukan akhi tentang apa yang anda katakana. Tapi kalau dipandang sekitar memang bila dibandingkan dengan daerah yang lain. Namun bila ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya. Bolehlah jika nanti ada waktu untuk datang ke Aceh dan melihat sendiri keadaan Aceh yang sebenarnya. Nanti akhi bisa menilainya sendiri.


Hal ini bisa menjadi hikmah bagi kita selaku rakyat Aceh. Aceh dipandang lebih dimata luar. Aceh dikenal dengan syariat islam. Namun dibalik semua itu ada tanggung jawab besar. Kita harus mempraktekkan semua hal tersebut agar sesuai dengan pandangan orang luar. Menjaga agama, dan mentaati syariat islam, agar orang lain yang kurang memahami ilmu agama menjadi yakin terhadap contoh yang mereka lihat. Sehingga Aceh tetap menjadi sebuah daerah yang berjulukan Serambi Mekkah. Melahirkan kader-kader yang terdidik. Menanamkan iman dan takwa di dalam hati dan selalu menaati semua yang telah digariskan dalam islam. 

Nasrullah Murni
Santriwan LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga

Related

tashauf. 6973244021806832076

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item