umdah

Ya, Seperti Inilah Makna Kehidupan, Yaitu Untuk Berjuang

“Adakala hidup tak sejalan dengan harapan, saat itu, kita mengeluh. Terkadang, hidup terasa menyenangkan dan bahagia, saat itu, kita te...


“Adakala hidup tak sejalan dengan harapan, saat itu, kita mengeluh. Terkadang, hidup terasa menyenangkan dan bahagia, saat itu, kita terlalu asyik.”

Kita harus mengubah hal yang menyakitkan menjadi hal yang menyenangkan. Hanya dengan mengubah nuansa hati menjadi ramah dalam menanggapi hal-hal yang tadinya sempat menorehkan luka. Karna apapun sikap selain ini, hanya menjadi masalah baru yang malah menambah beban.

Banyak hal yang dilalui dalam hidup. Tak semua kondisi yang dijumpai sesuai harapan. Adakalanya masalah demi masalah mengetuk keras perjuangan hati dan jiwa. Entah mampu bertahan atau tidak. Yang pasti, saat itu kita mengeluh dan meminta pertolongan kepada Tuhan. Berharap semua masalah itu menjadi sebuah arti yang bernilai untuk mendidik hati dan jiwa sebagai persiapan untuk kehidupan yang abadi.

Yah, tidaklah masalah hidup itu, sebagai pelengkap untuk menyeimbangi kenyamanan dan kegembiraan saja. jauh dari itu, masalah juga merupakan moment penting yang semestinya kita jumpai untuk proses pembelajaran. Pengalaman-pengalaman pahit ini, nantinya akan membawa hati dan jiwa kita untuk lebih mampu bertahan dan lebih mampu pula menilai sisi kehidupan dengan cara yang menarik. Artinya, penilaian hidup seseorang yang lebih banyak pengalamannya, akan lebih hebat.

Maka tak heran, bila ada diantara kita, terlihat seseorang kakek yang berjalan sendiri di jalanan. Kakek itu, masih kuat berjalan mencari sesuap nasi, sekalipun tubuhnya telah lemah. Kakek itu mengenal, bahwa hidup memanglah begini. Karna hidup tidaklah untuk bersenang-senang melainkan untuk berjuang dan bertahan untuk menemukan kesenangan abadi di akhirat nanti.

Tak seperti anak kecil, yang sering menangis kala keinginannya tak terpenuhi. Anak kecil suka bermain dengan gembira. Tidak mengerti kepahitan hidup kecuali semua yang ia jumpai ia sebut sebagai sebuah permainan.

Sudah seharusnya seseorang memaknai hidup sebagai perjuangan. Yaitu perjuangan apa saja demi kenyamanan di akhirat nanti. Bukan hanya kenyamanan saat kehidupan dunia saja. karna telah terlihat oleh mata-mata hitam, bahwa seseorang itu akan kembali ke tanah-tanah perkuburan. Telah terlihat oleh pandangan-pandangan sedih, bahwa setiap perjumpaan hanya berujung kepada perpisahan.

Begitu pula hidup ini. Ada saatnya kita akan berpisah dengan kehidupan. Ada saatnya orang-orang tak lagi ada yang mencintai kita. Tak lagi ada yang mengingat kita, selain hanyalah apa yang telah kita perbuat itulah yang kita dapatkan. Apa yang telah kita tanam itulah yang kita dapatkan.

“adakalanya hidup tak sesuai harapan, maka janganlah mengeluh. Sebab semua perjalanan hidup ini memanglah perjuangan untuk kehidupan akhirat nanti. Adakalanya hidup terasa menyenangkan, maka janganlah lupa bersyukur, karna nikmat-nikmat ini adalah karunia indah dari Allah ta’ala Sang Maha Penyayang.” (Muhammad Fajar)



Related

Tafakur 6639670980269075176

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item