umdah

Bisikan Santri untuk Pertiwi Terkait PKI

UMDAH .co.id Santri adalah sebuah julukan bagi pelajar atau pencari ilmu agama Islam yang sedang menjalani rihlah ilmiah dengan cara ma...


UMDAH.co.id Santri adalah sebuah julukan bagi pelajar atau pencari ilmu agama Islam yang sedang menjalani rihlah ilmiah dengan cara magang atau mondok di dayah. Kata “santri” dalam berbagai bahasa yang telah diserap dalam bahasa Indonesia mengandung makna kaum terpelajar.
Adapun kelebihan yang dimiliki oleh santri sangat luar biasa. Allah berfirman dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 “Allah telah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu dari kalian beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Nabi SAW pernah bersabda “Dan sesungguhnya malaikat merendahkan sayapkan bagi penuntut ilmu kerana ridha dengan apa yang dilakukan oleh penuntut ilmu tersebut.”(H R Ahmad ). Selain itu, seluruh aktifitas yang mereka lakukan memiliki hikmah yang besar sebagaimana yang disampaikan oleh Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Tuntutlah ilmu (belajarlah Islam) karena mempelajarinya adalah suatu kebaikan untukmu. Mencari ilmu adalah suatu ibadah. Saling mengingatkan akan ilmu adalah tasbih. Membahas suatu ilmu adalah jihad. Mengajarkan ilmu pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Mencurahkan tenaga untuk belajar dari ahlinya adalah suatu qurbah (mendekatkan diri pada Allah).” Namun selain kewajiban fardhu ain yang tengah dijalani oleh seorang santri, kaum sarongan ini, juga memiliki tugas sosial yang tidak kalah pentingnya untuk ditunaikan, misalnya dalam masalah ekonomi, sosial dan budaya yang semua itu adalah implementasi dari nilai hubbul wathan minal iman (Cinta tanah air sebagian dari iman).
Sebagai pembelajaran dari santri-santri terdahulu yang turut mengambil andil dalam membangun peradaban bangsa adalah Walisongo dan para muridnya. Kemudian peran Abuya Syeikh Muda Waly Al-Khalidy, seorang ulama Aceh yang menyetujui Ir. Soekarno menjadi Presiden Indonesia "Dharurat".
Sikap cinta tanah air adalah sebuah fitrah sebagaimana yang pernah diekspresikan oleh Nabi SAW saat penduduk kafir Mekah membenci beliau, dalam HR Ibnu Hibban Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu,”
Aplikasi dari kepedulian kaum sarungan kepada bangsanya adalah pada saat bangsa Indonesia diserang dengan ideologi yang melenceng, bathil, dan berbahaya, berbahaya tidak hanya bagi bangsanya tetapi juga agamanya. Nah, disinilah peran santri sebagai seorang yang berilmu untuk bisa menjadi garda terdepan, membentengi bangsanya dengan hkazanah ilmu yang ada didalam dada mereka. Adapun salah satu probelmatika yang tengah melanda bangsa Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang isunya tengah hangat dibicarakan diberbagai lapisan masyarakat dan dimedia sosial, namun sebelum mevonis bahwa mereka merupakan sekte yang terlarang, alangkah baiknya kita mengenal mereka, sesuai kaidah hukmu ala syai far’un antasaurihi.

Komunis pertama kali dibawa oleh seorang warga Negara Belanda yang bernama Hendricus Josephus Franciscus Maria Sneevliet. Pada awal masuknya ke Indonesia, Sneevliet bekerja di salah satu harian si Surabaya yang bernama Soerabajasche Handelsbad sebagai staff redaksi di harian tersebut. Namun tidak lama berada di Surabaya, Sneevliet memutuskan untuk pindah ke semarang dan bekerja sebagai sekretaris di salah satu maskapai dagang di kota tersebut. Pada saat itu kota Semarang merupakan organisasi buruh kereta api Vereenigde van Spooren Tramweg Personnel (VSTP). Sneevliet sadar betul bahwa keterkaitannya dengan VSTP merupakan sebuah peluang besar untuk menumbuhkembangkan ideologi komunisme di Indonesia. Pada bulan Juli 1914, bersama personil-personil yang tergabung dalam VSTP seperti P. Bersgma, J.A.Brandstedder, W.H. Dekker (pada saat itu menjabat sebagai sekretaris VSTP) mempelopori berdirinya organisasi politik yang bersifat radikal, Indische Sosial Democratische Vereeniging (ISDV) atau Serikat Sosial Demokrat India. ISDV kemudian menerbitkan surat kabar HetVrije Woord  (suara  kebebasan) sebagai media propaganda untuk menyebarkan. Pada awalnya Sneevliet di sewa oleh VSTP sebagai propagondis bayaran untuk menyebarkan ajaran yang dianut oleh buruh tersebut. Melalui kesempatan inilah Sneevliet berkenalan dengan massa buruh sekaligus menyebarluaskan doktri pertentangan kelas yang dianut ileh Indeologi komunisme.
Seiring dengan berjalannya waktu, Partai Komunis Indonesia mulai melakukan pemberontakan, diantaranya pada 18 September 1948, aksi yang dikenal dengan peristiwa “Madiun Affair” atau Pemberontakan Madiun. Padahal waktu itu, bangsa Indonesia sedang berjuang melawan agresi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia. Di bawah Muso pemberontakan dilakukan hingga menelan korban jiwa. Banyak para kyai, ulama dan santri yang syahid dibunuh oleh orang-orang Komunis dari belakang, adapun aksi kedua terjadi pada tanggal 30 September 1965, PKI dan organisasi sayapnya (Pemuda Rakyat, Gerwani, Lekra dll) melakukan pemberontakan yang sangat biadab, tujuh jenderal mati terbunuh. Belum lagi di daerah-daerah, lagi-lagi umat Islam jadi sasaran pembantaian.
Kepedulian dan pemahaman agama yang mendalam membuat Alim Ulama tidak tinggal diam, mereka mengadakan kongres se-Indonesia di Palembang (8-11 September 1957) dan merekomendasikan PKI adalah terlarang karena falsafah materialistis (faham kebendaan berdasarkan sejarah) sebagaimana terungkap dalam buku “Zur Kritik de Hegelschen Rechtsphilosophie”, yang menyebutkan “Agama adalah keluhan dari makhluk yang tertindas; Agama adalah jiwa dari keadaan yang tidak bersemangat; Agama adalah candu bagi rakyat”, kemudian komunis memusuhi agama dan mengingkari adanya Tuhan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Karl Marx “Die religion ist machwerk des seins eigenen kopfes” (Agama adalah hasil buatan kepala manusia saja). Juga sesuai dengan pernyataan Lenin dalam bukunya “Augewahite Werke” yang berkata: seorang Marxist semestinya menjadi seorang materialis, artinya musuh agama. Komunis menghilangkan ikatan keluarga dan menjadikan wanita milik bersama, sebagaimana tertuang dalam Manifesto Communis. Komunis menghapuskan adanya hak milik pribadi, perorangan.(Lihat buku: Alam Fikiran dan Jejak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito, penerbit Documenta, Surabaya, 1972, hal 540 dst)
 PKI bertentangan dengan Nilai Pancasila.
Ide yang diusung oleh Komunis bertentangan dengan makna yang terkandung pada sila yang pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Bahkan sebelum terjadinya perubahan seperti yang tecantum pada sila yang pertama berdasarkan rumusan hasil Panitia 9 itu diserahkan ke BPUPKI dan diberi nama "Piagam Jakarta" isi dari sila pertama adalah "Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya". Berdasarkan sejarah, kita bisa memahami bahwa idiologi Komunis tidak akan pernah bersatu dengan bangsa Indonesia. Layaknya air yang dicampur dengan minyak. 72 tahun kemerdekaan adalah sebuah bukti bahwa Indonesia dengan konsep Ketuhanan yang Maha Esa, telah menjadikan bangsa Indonesia hidup dalam damai dalam keberagamannya, saling menghargai antar umat beragama.
Adapun bentuk aturan yang melarang keras Partai Komunis Indonesia adalah Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, keseriusan parlemen terhadap PKI juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1996 tentang Perubahan Pasal 107 KUHP melarang kegiatan penyebaran atau pengembangan paham komunisme, Leninisme, dan Marxisme dalam berbagai bentuk dan pelakunya akan mendapatkan hukuman berdasarkan Pasal tersebut.
PKI bertentangan dengan Risalah Nubuwah

Selain bertentangan dengan konsep NKRI, Partai Komunis Indonesia dengan komunisnya juga sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Islam adalah agama yang fitrah. Kehadiran Islam sesuai dengan fitrah manusia. Islam menolak sesembahan selain kepada Zat yang pantas untuk disembah, yaitu Allah. Apalagi menafikan Tuhan. Konsep Komunis bertentangan dengan dalil Aqli (akal) yaitu semua yang ada di alam semesta butuh kepada Sang Pencipta. Bagaimana mungkin alam semesta yang begitu rumit susunannya dan begitu teratur terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang mengatur dan menjaganya. Adapun dalil Naqli (Quran dan Hadis) adalah firman Allah SWT “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.”  dan hadis dari Abu Huraira RA Nabi SAW bersabda  Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari kalangan umat ini baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar (dakwah)ku sedangkan ia wafat dalam keadaan tidak beriman kepadaku, kecuali dia termasuk penduduk neraka.” (HR Muslim dalamShahih-nya).
Konsep ajaran ahlusunnah wal jamaah juga menjadikan Islam agama yang Tawassuth, yaitu mengambil jalan tengah, artinya tidak ekstrem kanan (berkedok agama) atau kiri (aliran komunis). Dalam paham Ahlussunnah wal Jama'ah, baik di bidang hukum (syarî'ah) bidang akidah, maupun bidang akhlak, selalu dikedepankan prinsip tengah-tengah. Juga di bidang kemasyarakatan selalu menempatkan diri pada prinsip hidup menjunjung tinggi keharusan berlaku adil, lurus di tengah-tengah kehidupan bersama, sehingga ia menjadi panutan dan menghindari segala bentuk pendekatan ekstrem, tentu konsep ini sangat ideal tidak seperti konsep yang diwariskan oleh Komunis.

Bisikan Santri untuk Negeri

Sebuah solusi dari pada bencana PKI adalah mari kita tingkatkan keimanan dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala yang dilarangNya, baik secara terang terangan ataupun dalam kesunyian. Mempunyai kepatuhan dan ketundukan dengan nilai-nilai Islam secara kaffah, kemudian dibentengi dengan pemahaman ilmu agama Islam, terlebih ilmu tauhid. Misalnya pemahaman i`tikad 50 tentang sifat-sifat yang wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah dan Rasullllah. Kemudian memberikan asupan kepatuhan generasi muda kepada Ulama yang menjadi pelita bagi umat, penjaga dan penyambung estafet perjuangan Nabi Muhammad SAW. Ulamalah yang membawa Islam dari tanah Arab ke bumi pertiwi ini, sehingga masjid-masjid dibangunkan, surau dan pesantren-pesantren menghiasi seluruh pelosok negeri. Ulama yang memberikan pemahan untuk selalu menjaga kedamaian, tidak saling merusak. Selanjutnya mari memberikan pemahaman cinta tanai air kepada generasi muda Indonesia supaya mereka tumbuh dan memiliki rasa tenggang rasa kepada sesama Indonesia dan siap untuk menjadi pemimpin-pemimpin dimasa yang akan datang `young to day is the leader tomorrow`.
Wahai bangsa Indonesia! hari ini kita telah sama-sama menyaksikan bahwa PKI dahulu pernah mencoba merusak bangsa kita. Kita sudah melihat dan  telah menyaksikan banyak yang terkorbankan saat itu, tidak hanya darah bahkan nyawa dari para pejuangpun bergelimpangan dibumi pertiwi. Maka bila hari ini kita melihat mereka mulai mencoba membangun lagi, sebelum semuanya menjadi penyakit yang menggrogoti, bisikan santri adalah bersatu dalam konsep yang telah diwarisi oleh pejuang negeri ini. Suntikan semangat mereka pendahulu kita hingga dia masuk kedalam darah daging bangsa Indonesia. Jangan sampai cerita berdarah G30S PKI bersemi kembali dibumi pertiwi. Amiin.

Related

Opini 7388447107368766324

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item