umdah

Terkadang Mundur Harus Menjadi Pilihan Ketika Ingin Melompat Lebih Jauh

Suatu ketika seorang  guru dan murid  berjalan menuruni gunung menuju ke sebuah kota, di dalam perjalanan mereka bertemu dengan sebuah a...

Terkadang Mundur Harus Menjadi Pilihan Untuk Melompat Lebih Jauh

Suatu ketika seorang guru dan murid berjalan menuruni gunung menuju ke sebuah kota, di dalam perjalanan mereka bertemu dengan sebuah anak sungai yang alirannya tidak terlalu deras, saat itu sang guru melangkahi sungai tersebut dengan sangat mudah, walaupun sungai tersebut cukup lebar.
Sang murid yang melihat gurunya dengan sangat kagum, dan sang guru memintanya untuk mengikuti langkahnya itu. Sang murid merasa ia tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah yang  lebar, maka murid tersebut berjalan mundur dua sampai tiga langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut, hup…. Dan  sungaipun itu berhasil dilaluinya.
Mereka terus melanjutkan perjalanan, semakin jauh dan semakin jauh perjalanan mereka, rintangan yang dihadapi pun semakin berat, sang murid mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.
Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu lebar. Di ujung jurang tersebut sang guru melangahkan kaki dengan yakin dan langkah pasti yang lebar, sang guru berhasil melangkahkan kakinya di sebrang jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, sang guru pun berkata.
“Ayo melangkahlah, lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya !”
Sang murid, yang melihat gurunya di sebrang jurang menunjukkan sebuah raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia perhatikan lebar jurang tersebut, kedalamannya dan melihat ke belakang.
Dengan penuh kepastian ia mengambil lima sampai enam langkah mundur dan bersiap menyebrangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sepenuh tenaga, dan sekali lagi perhitungannya tepat. Sang murid berhasil menyebrangi jurang tersebut berkat kecerdikannya itu.
Sesampainya di sebrang jurang tersebut sang guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata.
“Wahai muridku, tahukah engaku apa yang membedakan loncatan pertamamu di sungai dan di tepi jurang ? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal tersebut, karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu’’
Begitu juga dengan kehidupan, saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar kamu mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi.
Saat kau mengalami suatu kemunduran dalam hidupmu, entah itu kegagalan, dikhianati, mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesanmu.”(elha*).


Related

Tips 1319706574562860573

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item