umdah

Woman’s Mosque of America, Mesjid Khusus Perempuan Pertama di AS

perempuan

Umdah-Sebuah kehormatan untuk kaum Hawa yang ada di amerika, karena sebuah mesjid khusus untuk mereka, telah di bangun, tepatnya di sebuah komplek bangunan milik Pico Union Project, sebuah kompleks Pusat Lintas Agama, karena itulah Bangunan masjid itu tampil beda. Dinding masjid itu terdapat simbol Bintang Daud, simbol khas umat Yahudi. teka-teki adanya simbol Bintang Daud di bangunan masjid itu, karena dulunya itu bekas bangunan sinagog, tempat ibadah umat Yahudi.

Dilansir LA Times, lebih dari 150 muslimah berkumpul dimana mereka melakukan salat Jumat sekaligus meresmikan pendirian mesjid tersebut. Selesai khutbah dan mengerjakan shalat Jumat, jemaah berdiskusi dan memberikan pendapat serta pengalaman mereka kepada imam yang juga seorang Perempuan. Edina Lekovic, yang bertindak memberikan kutbah tersebut. Lekovic adalah aktivis sekaligus Direktur California Muslim Public Affairs Council. ”Kami memiliki hak dan tanggung jawab untuk iman kami,” kata Lekovic, dia berdiri di mimbar yang di sekitarnya terdapat kaligrafi bertinta emas.

Fakta bahwa ini adalah shalat Jumat, ada jamaah dan ada seorang wanita yang resmi menyampaikan khotbah, ini hal baru,” kata Donna Auston, seorang kandidat doktor yang mempelajari budaya Muslim Amerika di Rutgers University, seperti dikutip Reuters, Sabtu 31 Januari 2015.

 Muslimah yang mayoritas tergabung dalam organisasi nirlaba tersebut berharap, dapat memberikan sumbangsih berupa ruang khusus bagi perempuan Muslimah AS untuk memperdalam ilmu Agama dan bisa berkumpul antara sesamanya.

Masjid khusus perempuan in, hanya beberapa terdapat di dunia,  diantaranya baru ada di Cina, Chili, dan India, kemudian di susul Amerika Serikat. Sebuah riset yang pernah dilakukan di tahun 2011 mengatakan, lebih kurang dua pertiga dari masjid AS menggunakan pembatas untuk laki-laki dan perempuan di saat dialog dengan para pemuka agama sedang  berlangsung. Angka tersebut bisa lebih tinggi saat shalat Jumat.

Yasmeen Ruhge, seorang dokter ahli jantung dari Pasadena, mengatakan ; "Perempuan muslim tidak memiliki forum khusus. Setiap kami ke masjid, kami selalu kebagian tempat di ruang lain atau masih harus duduk di satu sisi yang tertutup di pojok. Namun dengan adanya masjid ini, membuat kami bebas untuk bertukar pendapat, karena semuanya perempuan, dengan ini semakin membuat kami kuat untuk  menciptakan peran yang independen,'' seperti dikutip Emirates247, Rabu, 4 Februari 2015

Dahulu, Seringkali ruang untuk perempuan di kebanyakan masjid AS sulit dimasuki. Kaum muslimah terkadang harus masuk melalui pintu samping atau belakang untuk menjangkau ruangan tersebut. Di luar waktu sholat, muslimah AS sebenarnya menginginkan keterlibatan lebih saat berdiskusi tentang agama. Sehingga memungkinkan perempuan untuk mengajukan pertanyaan pada para pemuka agama tersebut.

Hasna Maznavi, penulis komedi dan lulusan sekolah film berusia 29 tahun, mengaku harus naik ke lantai dua di area khusus jamaah perempuan, di sebuah masjid di selatan California.  Meskipun sudah sepi dan hanya sedikit jamaah pria di sana,  Maznavi selalu diminta berdoa di lantai dua. Dia Mengatakan :“Saya mulai merasa tak diterima,".  Maznavi didaulat menjadi Presiden Dewan Masjid. Wakilnya adalah Sana Muttalib, seorang pengacara berusia 31 tahun. Mereka berdua punya cita-cita ingin mendirikan masjid khusus kaum perempuan, Di tengah kota Los Angeles, dan keinginan itu sekarang jadi kenyataan.

Pemisahan perempuan dan pria di masjid adalah isu yang menyedot perhatian muslimah di Amerika Serika. Hind Makki, seorang penulis asal Chicago, membuat sebuah website pada 2012 yang disebut Side Entrances. Makki mengundang kaum muslimat mengirimkan foto atau menceritakan pengalamannya saat beribadah.  Makki mengatakan, banyak jamaah pria tak memahami pengalaman mereka. “Bahwa ini adalah pengalaman yang tipikal bagi kaum perempuan di masjid,” katanya, seperti dikutip Huffington Post, Jumat (30/1). “Anda pergi ke masjid dan Anda tak bisa melihat kubah, tidak bisa melihat imam, tidak bisa melihat arsitektur, yang Anda lihat hanya tembok besar di depanmu.”

 Rencananya, selain ibadah dan diskusi, di mesjid yang diberi nama Woman’s Mosque of America, akan diadakan kegiatan lain yang berbentuk islami. Meski ruangan dalam masjid dikhususkan bagi perempuan, beberapa acara dan pengajian akan terbuka bagi laki-laki. Mereka berharap masjid itu menjadi pemersatu para Muslimah dari berbagai kelompok sektarian, termasuk Sunni dan Syiah. Mereka ingin, jemaah masjid itu berposisi netral dalam politik sektarian.(Akha)

Related

News 2614906333586644559

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item