umdah

Jangan Anggap Kecil Sedekah

jangan anggap kecil sedekah
Umdah--Dalam menjalani kehidupan ini kita telah ditentukan menjadi makhluk pribadi dan makhluk sosial. Selain kita harus memenuhi hajat hidup pribadi, kita juga mesti berhubungan dengan orang lain. Dalam proses membangun komunikasi dengan orang lain ini kita pun dituntun Rasulullah bukan hanya sebatas membangun komunikasi, namun sampai tingkat saling menimbulkan rasa aman dan ketentraman sesama. Sehingga dari seluruh aktivitas dan pembicaraan yang keluar dari lisan ini tidak boleh menyakiti hati saudara seiman. 

Untuk menumbuhkan rasa tersebut antar saudara seiman kita harus lah melakukan suatu amalan yang menjadikan saudara kita tersebut teringat dan bahagia. Salah satu amaliyah yang indah tersebut adalah saling memberi sedekah dan hadiah.

Namun sudah menjadi tabiat kita sebagai wanita yang lebih mendahulukan hati dari pada pikiran. Sehingga sering dari kita menunda begitu banyak kebaikan yang seharusnya mampu kita lakukan karena merasa apa yang akan kita berikan kepada saudara seimana tersebut dianggap kurang pantas. Akibat dari perasaan itulah, sering kali ukuran pantas dan tidak pantas seolah lebih kita kedepankan. Sehingga banyak keinginan baik yang kita lakukan tidak jadi terealisasi dalam kenyataan.

Apakah hal seperti itu sudah menjadi fitrah wanita atau tidak? Namun faktanya kejadian tersebut pun pernah dialami istri Nabi Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Suatu hari Rasulullah memerintahkan kepada Aisyah untuk memberikan satu kaki kambing kepada tetangganya yang diperbanyak kuahnya. Sebagai seorang istri yang shalihah dan patuh, Aisyah melaksanakan apa yang diperintahkan suaminya. Namun di balik ketaatan Aisyah saat melaksanakan apa yang diperintahkan Nabi Muhammad terlihat rasa enggan. Kemudian Rasulullah mengingatkan Aisyah.

"Wahai Aisyah... Lihatlah ke atas gunung itu. Gunung bisa menjulang setinggi itu karena terbuat dari kerikil yang banyak."

Dengan kecerdasannya, Aisyah mendengar nasihat dari Rasulullah telah memahami apa yang dimaksud atas nasihat tersebut. Aisyah pun memahami atas nasihat tersebut, bahwa Rasulullah mengingatkannya untuk tidak meremehkan suatu kebaikan, sekecil apapun itu. Sebagai istri yang shalihah maka Aisyah pun beristighfar dan meminta maaf kepada Rasulullah.

Bahkan Rasulullah telah berpesan khusus untuk wanita dalam permasalahan ini.

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَاتِ لَا تَحْقِرَنَّ إِحْدَاكُنَّ لِجَارَتِهَا وَلَوْ كُرَاعُ شَاةٍ مُحْرَقٌ
Artinya: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: Wahai kaum wanita mukmin, janganlah seorang diantara kalian menyepelekan hadiah untuk tetangganya walau hanya dengan kaki kambing yang dimasak (dipanggang). (H.R. Ahmad).
Marilah kita memposisikan hati ini pada tempat yang tepat. Sehingga keinginan diri untuk saling memberi antar saudara seiman tidak tersandera karena ingin menyempurnakan amal ini. Marilah kita menjadikan hati kita yang teramat sangat lembut dan teliti ini sebagai pendorong bagi kita untuk lebih merasakan apa yang dirasakan saudara kita. Sehingga disaat Allah melimpahkan rizki, kita akan selalu ingat dengan saudara seiman maupun tetangga.

Janganlah kita merasa remeh atas kemampuan kita untuk memberi kepada saudara kita, dan saudara memberikan sesuatu kepada kita. Apapun wujudnya, kita dituntut untuk bersikap dengan sikap terbaik dalam kehidupan sosial. wallahua'alam.

Related

tafakkur 2750947815763640912

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item