umdah

"Selfie" Tanda Butuh Perhatian

Selfie merupakan kata popular dalam beberapa tahun terakhir ini, terlebih di kalangan remaja. Rasanya selfie sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam hidup mereka, tanpa selfie sehari rasanya mau mati. Apakah kecenderungan sifat semacam ini normal?

Menurut Psikolog Salma Prabhu, dikutip Indiatimes, Senin 12 Januari 2015,
"Selfies atau selfie adalah upaya untuk menunjukan kepada orang banyak betapa hebatnya dia. Namun hal itu bisa jadi bertujuan ingin diperhatikan."

Hal senada juga dikatakan Psikologis Klinis dan Ahli Media Sosial, Ankita Gaba. "Foto seorang diri bukan karena kepercayaan diri tinggi tetapi karena butuh perhatian.”

Selfie ini pertama kali dipolulerkan oleh Jennifer Lee pada 16 Januari 2011, kemudian diedarkannya melalui instagram sehingga 57 juta pengguna instagram mengikutinya.

Sejak saat itulah foto-foto selfie bermunculan di jagad maya, bahkan para tokoh terkenal pun melakukan hal-hal gila ini, seperti Michelle Obama dan lain-lain.
"Karena teknologi sekarang sudah semakin canggih, hampir semua gadget sudah ada kamera depan dan mudahnya mengupload langsung ke jejaring sosial. Ini juga bisa menjadi penyebab foto selfie banyak penggemarnya," ujar Gaba.

Prabhu memperingatkan selfie dapat mengubah seseorang menjadi orang yang ambisius dan memiliki obsesi yang tidak sehat.

"Nanti lama kelamaan kalau terus dilakukan bisa menyebabkan seseorang memiliki obsesi yang tidak sehat karena kurangnya perhatian itu," kayanya.

Menanggapi hal tersebut Instruktur Bahasa Tubuh, Riddhi Doshi Patel pun mengatakan selfie itu adalah sesuatu yang memperlihatkan justru dirinya tidak percaya diri.

"Mungkin subjek terlihat percaya diri, tapi justru tidak ada sesuatu yang ditahan. Saat foto sendiri senyum tidak akan terlihat tulus karena foto tersebut direncanakan dan tidak ada ekspresi tulus ketika foto itu diambil diri sendiri," katanya menjelaskan.

Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini dilakukan dengan melibatkan 2.000 orang pengguna jejaring sosial. Hasil penelitian menunjukan 17 persen pria mengaku pernah melakukan selfie sedangkan perempuan hanya 10 persen.

"Sebaiknya kalaupun ingin melakukan benar-benar perlihatkan muka dan senyum yang tulus sehingga tidak ada anggapan Anda butuh perhatian," kata Ridhi Patel.

Related

Remaja 3870705835074056294

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item