umdah

Enam Kalimat, yang Berasal dari Permata


Permata
Umdah-Di dalam Hasyiyah Fathul Mu’in, Ianatut Thalibin Sebagian dari para Ulama menjelaskan, ada enam kalimat yang berasal dari permata, yang hanya bisa dipahami oleh akal yang bijak, yaitu :

Asal dari Kasih Sayang/Mahabbah adalah Pemberian

Kasih sayang atau mahabbah adalah suatu anugerah atau karunia yang di berikan oleh Allah kepada manusia, yang dengan kasih sayang tersebut manusia bisa menjalani kehidupan sosialnya. Coba dibayangkan seandainya kasih sayang itu tidak ada, maka akan hancurlah kehidupan manusia, tidak akan ada lagi anak yang membantu ibunya untuk mengangkat barang yang berat, tidak akan ada lagi anak muda yang menolong kakek tua menyeberang jalan. Perlu dicatat kalau kasih sayang atau mahabbah itu adalah urusan Qahqari, maksudnya sesuatu yang tidak bisa di paksakan kedatangannya, seperti jatuh cinta misalnya, anda tidak akan pernah tahu dengan siapa anda akan jatuh cinta. Di saat hati kita tertarik akan sesuatu, kita tidak akan bisa menolaknya, paling kita hanya akan menutupnya rapat-rapat, seolah-olah ia tidak pernah ada, begitu pun sebaliknya kita tidak akan bisa memaksa orang lain untuk jatuh hati kepada kita. Ya itu benar. Tetapi, pintu ketertarikan hati seseorang itu tidak pernah sepenuhnya tertutup.

Sebagian dari para Ulama terdahulu, berkata :
                                                                                                                                      
“Pemberian mendatangkan kasih sayang (mahabbah)”

Maka, hal paling utama yang harus anda lakukan untuk menarik hati seseorang adalah memberi, apa saja, karena betapa pun ia tidak menyukai anda, sedikit demi sedikit hatinya akan berubah, karena pemberian, kenapa? Karena Asal mula dari Kasih sayang adalah Pemberian.

Asal dari Kebencian adalah Putus Asa

Benci? Mungkin kita sering mendengar kata tersebut, benci adalah lawan dari kasih sayang. Benci merupakan sifat tercela yang harus kita jauhi bersama, caranya? Sederhana, kita hanya harus mencari sumbernya, buang, maka insyaallah rasa benci itu tidak akan ada. Lalu, dimana sumbernya? Sumber dari rasa benci yang paling utama adalah putus asa, ya, memang sih setiap keputus-asaan itu tidak selalu mendatangkan kebencian, tetapi kalau rasa putus asa itu tidak ditangani dengan baik, akan berimbas kepada datangnya rasa benci. Rasa putus asa ada karena kita bukan pejuang, mudah menyerah, tidak percaya diri dan tentunya malas. Berusaha dan paksalah untuk menghilangkannya dari dalam hati kita, jangan pernah mudah menyerah, tidak percaya diri, apalagi malas, kenapa? Karena dalam setip individu malas merupakan hal yang sudah pasti, cuma tergantung bagaimana kita mengendalikannya, apakah kita akan menguasainya, atau sebaliknya? Siapa yang mau kerja banting tulang kalau setiap hari ada yang menanggung semua keperluan? Berlaku untuk semua tempat, Anda tidak boleh malas, putus asa dan jadi pembenci.

Asal Kedekatan adalah Sifat Amanah

Ya, amanah, setiap orang harus punya sifat amanah, seperti para nabiyullah, karena orang yang tidak amanah adalah orang munafiq, orang munafiq itu tidak akan di terima masyarakat. Dekat, para ulama menjelaskan kalau sumber dari dekatnya seseorang dengan orang lain adalah sifat amanah.

Amanah adalah perantara, sederhana, kalau anda ingin dekat dengan seseorang, jangan pernah berbohong padanya, tepati janji dan apa adanya. Jangan pernah menutupi sesuatu apapun, tentu ini berlaku bukan pada masalah yang memang tidak untuk pantas diberi tahu, karena dengan begitu ia akan percaya pada anda, saat saling percaya datang diantara kedua belah pihak, maka datanglah kedekatan hati diantara keduanya.

Asal jauhnya seseorang adalah pengkhianatan

Khianat adalah sesuatu yang yang sangat tercela. Orang yang punya sifat khianat disebut pengkhianat. Pengkhianat tidak akan diterima oleh masyarakat, dalam menjalani kehidupan sosisal, yang harus dijadikan pedoman dalam menjalani hidup sesama adalah kepercayaan, baik dari kita kepada orang lain atau sebaliknya, di saat kepercayaan tidak lagi dijadikan tempat berpegang, maka akan jauhlah keutuhan sebuah hubungan, baik hubungan keluarga, masyarakat atau lainnya. Ya, hubungan itu walaupun masih ada, tetapi terasa kosong, Kenapa orang-orang terasa jauh? karena tidak saling percaya. Kenapa tidak saling percaya? Karena pengkhianatan, ya salah seorang dari orang-orang tersebut pernah berkhianat kepada lainnya, maka karena demikian, asal mula dari jauhnya seseorang dari orang lain, adalah pengkhianatan.

Asal Hilangnya Nikmat adalah karena Kesombongan

Nikmat adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi tentang kewujudannya, Nikmat Allah yang paling besar terhadap hamba-Nya adalah nikmat hidayah dalam agama yang telah Dia pilihkan untuk hambanya, sampai detik ini, melihat tulisan ini, membacanya, memikirkan maknanya, adalah suatu nikmat yang sangat luar biasa, yang tidak ternilai harganya, hanya kita yang tidak menyadarinya atau lupa terhadapnya, setiap detik, setiap degupan jantung. Nikmat itu adalah diri kehidupan kita, saat kita masih merasakan kehidupan, maka kita secara pasti tidak tidak bisa berpisah darinya. Lalu bagaimana bisa kita tidak bisa merasakannya? Ya, karena kesombongan, merajalela, terlalu banyak sehingga berefek kepada  kerasnya hati untuk merasainya, seperti makannya orang yang kenyang, minumnya orang yang tidak haus, mereka tidak akan bisa menikmatinya, bahkan tidak terasa sama sekali. Sombong adalah tembok yang besar untuk seseorang bisa merasakan kenikmatan.

Asal Mula Iffah ( terpelihara) adalah Menutup Mata

Terpelihara dari sesuatu yang tercela adalah sesuatu yang sangat dirindukan keberadaanya oleh syara’, yaitu syubhat dan pastinya haram, baik yang bersifat jasmani atau rohani. Lalu bagaimana metodenya?  Para Ulama menjelaskan kalau salah satu cara yang paling ampuh untuk memelihara diri adalah dengan menutup mata, karena dengan menutup mata, anda akan bisa memelihara diri dari Jasmani dan Rohani tersebut. Mata merupakan panca indra urutan pertama yang membantu pekerjaan pikiran, selain mendengar. Di saat pikiran akan memvonis sesuatu, baik dan buruk, semua karena mata. Di saat mata melihat hal yang baik, maka positif lah cara berjalannya pikiran,  tapi di saat mata melihat hal yang buruk, maka negatif. Jadi, kalau anda ingin mempositifkan cara pikiran anda melewati sebuah kehidupan, maka jangan biarkan mata anda melihat hal-hal yang tidak baik, menurut agama, caranya? Tutuplah mata anda terhadap hal yang tidak baik tersebut, dengan izin Sang Penguasa hati, terciptalah sebuah taman iffah di taman kehidupan . Waallua’alam.


Related

tashauf 7577614724269981010

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item