umdah

Bertobatlah engkau sebelum dihukum mati

UMDAH- Beberapa hari ini kita disibukkan dengan pemberitaan eksekusi mati terpidana kasus narkoba. Berbagai pemberitaan pun mengalir tentang kisah dan perjalanan hidup sang terpidana, beberapa di antaranya adalah cerita tentang kebaikan dan sikapnya yang dipuji-puji orang sekitarnya.

Sebenarnya tidak ada yang patut disesali dengan eksekusi mati itu, mati dengan eksekusi atau bukan toh sama saja. Akhirnya semua orang juga akan mati. Namun yang sangat menakutkan dari mati dengan dieksekusi itu adalah mengetahui kapan dan dimana akan mati. Itu yang sangat mengerikan. Betapa tidak, di saat itulah berbagai pikiran datang menghantui kita, mulai kehilangan segala sesuatunya yang kita miliki di dunia, bayangan siksa yang akan kita hadapi, atau apapun yang mengerikan lainnya, termasuk kuburan yang sedang digali dan eksekutor yang sedang membersihkan moncong senapannya. Itu secara berombongan akan datang berkecamuk dalam pikiran, dan siapapun pasti tidak akan dapat menahan turunnya air mata, bahkan sang gerbong narkoba sekalipun tidak. Seperti kisah Rani Andriani yang dieksekusi Minggu (18/1/2015), diberitakan dia kerap menangis di penjara kala mengetahui dirinya akan dihukum mati.

http://www.umdah.co/

Bila semua orang mengetahui dalam waktu dekat dia akan mati, dapat dipastikan tidak akan ada kekacauan sedikit pun di dunia ini. Semua orang akan berlomba untuk berbuat kebaikan untuk dirinya, keluarganya dan juga agamanya. Semua orang akan mengenyahkan jauh-jauh sifat angkara murkanya, tidak akan ada lagi bandar narkoba, tidak akan ada lagi penjudi dan lainnya.

Timbul pertanyaan, kenapa Allah tidak memberitahukan kapan seseorang akan mati, sehingga setiap orang dapat mempersiapkan dirinya dengan baik? Pertanyaan ini bisa dijawab, bila seseorang mengetahui kapan akan mati, belum tentu dia akan berbuat kebaikan. Bisa jadi dia akan bersenang-senang dahulu baru kemudian berbuat kebaikan ketika waktu kematiannya sudah dekat. Maka dari itulah Allah merahasiakan waktu kematian seseorang supaya seseorang itu selalu berbuat kebaikan dalam hidupnya.

Seperti bunyi sebuah hadits;


اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

"Beramallah bagi duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, beramallah untuk akhiratmu seolah-olah kamu mati besok."

Hadits ini mengisyarahkan bahwa kita harus menyegerakan untuk berbuat kebaikan karena kematian tidak diketahui kapan datang. Anggaplah kita akan dihukum mati besok. Sekian, wallahu 'alam.

Related

tashauf 750041741644698592

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item