umdah

3 Tingkatan Kesabaran yang Harus Dimiliki Setiap Insan

3 Tingkatan Kesabaran

UMDAH- Ketika ada orang yang tertimpa musibah, sering kali kita mendengar perkataan nasehat bagi orang tersebut "neu saba!" (sabarlah). Juga kita sering mendengar kata-kata "Soe yang saba luah lampoh" (siapa yang sabar besar untungnya) ini juga termasuk kata-kata untuk nasehat bagi orang yang tertimpa musibah. Kita hampir tak pernah mendengar seseorang menasehati untuk sabar selain pada musibah. Seolah sabar itu hanya ketika tertimpa musibah saja.

Muhammad al-Shawi dalam Hasyiyah al-Shawi syarah tafsir al-Jalalain menguraikan bahwa sabar itu ada 3:
  1. Sabar atas taat kepada Allah SWT dengan senantiasa selalau kekal dalam melaksanakan segala perintah Allah baik itu perintah berbentuk amalan sunat apalagi amalan yang wajib, dimana pun dan kapanpun keduanya tak pernah ditinggalkan walau amalan sunat yang paling kecil.
  2. Sabar atas maksiat dengan selalu meninggalkan yang namanya perbuatan itu dilarang oleh Allah SWT. Tidak dibedakan antara maksiat yang digolongkan dalam dosa besar ataupun dosa kecil.
  3. Sabar atas bala atau musibah. Orang yang diberi karunia sabar atas bala mereka tak pernah mengeluh atau seolah tidak menerima terhadap cobaan tersebut. Mereka sangat yakin bahwa Ketika Allah memberikan musibah kepada seseorang orang itu sanggup menanggung dan menyelesaikannya.
Diantara ketiga sabar ini berbeda tingkat kelebihannya. Orang yang sabar atas bala Allah mengangkat derajatnya tiga tatus derajat, jarak antara satu derajat dengan yang lainnya yaitu antara langit dan bumi.

Orang yang sabar atas taat dengan selalu melaksanakan perintahNya, Allah mengangkat derajatnya enam ratus derajat, jauh antara satu derajat dengan yang lainnya dua kali lipat jarak antara langit dan bumi.

Orang yang sabar atas maksiat, dengan senantiasa selalu menjauhi laranganNya. Allah mengangkat derajatnya sembilan ratus derajat, jauh antara satu derajat dengan yang lainnya tiga kali lipat jauh antara langit dan bumi.

Ketiga pembagian sabar ini tingkatan yang paling tinggi adalah sabar atas maksiat. Dibawahnya sabar atas taat kepada Allah SWT. Dibawahnya lagi adalah sabar atas bala atau musibah. Kita sering merasa heran ketika ada orang yang taat tapi dia juga maksiat. Kadang-kadang orang itu cuma dikaruniakan Allah untuk sabar atas taat dan tidak pada maksiat.

Wallahu 'alam!.
Semoga kita dikaruniakan Allah sabar atas semuanya.

Penulis: Tgk. Mazani
Editor: Ibn Abdullah

Related

tafakkur 1277405108497031367

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item