umdah

Pilpres 2014, Sudahkah Anda Menentukan Pilihan?

Pilpres 2014
Pemilihan Presiden (Pilpres) tinggal 8 hari lagi. Kedua kubu yang bertarung, yaitu kubu Prabowo dan Joko Widodo telah mengerahkan segala kemampuan masing-masing untuk memenangkan pilpres kali ini. Berbagai usaha mereka lakukan, mulai turun ke desa-desa, kampanye terbuka dengan ribuan massa sampai keluar masuk pesantren untuk bertemu dengan para kiyai dan ulama.

Dalam berkampanye ini, banyak hal yang telah terjadi. Ada yang menggelikan, ada yang mengharukan, ada yang menggemaskan dan ada juga yang sangat menakutkan. Dan anehnya, segala hal tak lazim ini justru banyak terjadi dari para pendukung yang notabene adalah pihak ketiga, bukan pihak yang langsung bersinggungan. Seperti yang pernah diucapkan oleh Prabowo ketika debat capres pada putaran ketiga, penonton lebih panas ketimbang pemain, persis seperti nonton bola.

Terserah bagaimana kampanye dilakukan, sebagai rakyat yang baik, sudah semestinya kita ikut andil dalam menentukan pilihan pada 9 Juli 2014 ini. Memang ada pilihan ketiga, yaitu golput (golongan putih). Namun pada prinsipnya golput itu pun bukanlah pilihan yang baik.

Banyak orang memilih golput karena mereka beranggapan tidak ada calon presiden yang layak dipilih. Prabowo dan Joko Widodo sama-sama dianggap tidak pantas memimpin Indonesia. Atau terlalu banyak kejelekan yang mereka timbulkan sehingga banyak yang takut akan salah pilih sehingga mereka akan dianggap turut andil dalam melempangkan jalan presiden itu untuk berbuat keburukan. Padahal masalah ini bisa disiasati dengan memilih siapa yang paling sedikit mudharat dan jeleknya. Diantara Prabowo dan Joko Widodo tentu kadar jeleknya tidak sama, pasti ada diantara salah satu mereka yang lebih sedikit jeleknya. Itulah yang harus dipilih.

Bahkan kalau dipikir-pikir, golput itu pun tidak bisa membebaskan seseorang dari tanggung jawab terhadap kiprah presiden yang akan datang. Kenapa? Mungkin saja gara-gara kita tidak memilih yang paling kecil mudharatnya, bisa jadi yang akan menjadi presiden adalah yang paling banyak mudharatnya. Hal ini sama saja kita juga turut andil dalam memuluskan jalannya menuju presiden.

Jadi, jelaslah bahwa sebenarnya golput itupun juga memilih. Namun sayangnya bukan secara langsung. Nah, dari pada memilih secara tidak langsung lebih baik memilih langsung dengan mencoblos salah satu dari mereka. Apalagi golput itu pun ada yang berpendapat haram dilakukan.

Wallahu a'lam... Semoga kita tidak terlalu salah pilih!

Related

Pilpres 6689003357165876117

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item