umdah

FIFA Membuktikan Puasa Tetap Fit Main Bola

Puasa ramadhan merupakan Fardhu Ain bagi segenap muslim yang sudah sampai umur dan cukup syarat. Namun dalam melaksanakan kewajiban ini ti...

Puasa Tetap Fit Main Bola
Puasa ramadhan merupakan Fardhu Ain bagi segenap muslim yang sudah sampai umur dan cukup syarat. Namun dalam melaksanakan kewajiban ini tidak urung banyak juga manusia yang mengeluh dan tidak mau melakukannya dengan alasan punya pekerjaan yang harus dilakukan. Padahal Rasulullah saw telah menyebutkan bahwa puasa itu menyehatkan, dalam arti kata tidak akan menyebabkan sakit dan lemah.

Penelitian yang dilakukan FIFA baru-baru ini semakin membuktikan bahwa syariat islam tidak akan mengganggu aktifitas apapun selama itu dilakukan dengan benar.

Seperti yang diketahui, saat ini masih berlangsung perhelatan sepak bola sejagat yang dilaksanakan di Brazil. Perayaan akbar ini sedikit menyita perhatian publik karena ada beberapa pemain yang tetap berpuasa. Ada kekhawatiran ini akan memberikan pengaruh terhadap performa mereka di atas lapangan.

Menjawab masalah ini, dokter Jiri Dvorak selaku Chief Medical Officer FIFA memberikan tanggapan bahwa menurut studi yang dilakukan tak ada pengaruh buruk puasa terhadap performa fisik pemain yang menjalankannya.

"Kami melakukan studi secara ekstensif kepada pemain selama Ramadan dan kesimpulannya, jika puasa dilakukan dengan tepat, maka tak ada penurunan performa fisik," kata Dvorak dikutip Time.

"Kami melakukan studi ini secara terus-menerus dan tak ada yang harus dicemaskan," sambungnya. Pemaparan Dvorak ini sama seperti hasil penelitian dari U.S National Center fo Biotechnology Information (NCBI) yang menyatakan pemain bisa mengambil sejumlah langkah untuk dapat mempertahankan kondisi mereka tetap prima meskipun sedang berpuasa tanpa merasa menderita di lapangan.

"Bukti-bukti yang ada mengindikasikan bahwa atlet profesional yang berkompetisi di level tinggi mampu menjaga performa mereka selama Ramadan jika latihan fisik, asupan makanan dan minuman, serta tidur mereka sesuai serta dikontrol dengan baik.

"Menitoring secara individu dari si atlet juga bisa mencegah kelelahan dan mengurangi risiko sakit serta cedera," tulis laporan NCBI pada 2012.

Laporan laporan terpisah NCBI di 2013, ditambahkan bahwa si atlet juga disarankan selama Ramadan waktu sesi latihan sebaiknya berdekatan dengan jam makan (berbuka). Mereka juga diminta agar tidur cukup dan memakan makanan yang mengandung lemak saat berbuka.

Seperti yang diberitakan vivanews, Dokter tim Aljazair, Hakim Chalabi mengaku telah menyiapkan langkah-langkah khusus untuk menjaga kondisi pemainnya yang sebagian besar memilih tetap menjalankan ibadah puasa.

"Kami mengubah level nutrisi bagi tim. Kualitas makanan dimodifikasi agar sesuai dengan latihan dan kebutuhan. Pemain harus cukup cairan. Kami juga meminta mereka tidur agak sore supaya bisa mengembalikan kebugaran dan menggantik waktu tidur saat sahur," ungkapnya.

Related

News 6173496041088413517

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item