umdah

Khalidi, Masih Cilik Sudah Cinta Pesantren

Tak ada batasan usia ke dayah. Itulah tradisi yang telah dipertahankan dari dulu. Ada santri yang ke dayah pada usia 12 tahun, ada yang pada...

Tak ada batasan usia ke dayah. Itulah tradisi yang telah dipertahankan dari dulu. Ada santri yang ke dayah pada usia 12 tahun, ada yang pada usia 20 tahun, bahkan ada yang sudah berusia 30 tahun baru pergi ke dayah. Itu merupakan fenomena yang bisa didapat di dayah manapun di aceh, termasuk juga MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Mengaji di saat usia masih muda belia bukanlah hal yang patut diherankan, yang mengherankan adalah seorang anak yang masih kecil tapi mau menempuh perjalanan yang sangat jauh demi menuntut ilmu, ini yang patut diacungi jempol. Seperti santri yang satu ini, Khalidi, dia meninggalkan kampung halamannya di Padang, Sumatra Barat untuk menuntut ilmu di MUDI.

Beberapa hari yang lalu, UMDAH berhasil melakukan wawancara singkat dengannya, simak bagaimana kisahnya sampai bisa belajar di Dayah terbesar di Aceh ini.

Assalamualaikum...
waalaikumussalam...

Gimana kabarnya ?

Alhamdulillah baik.

Oke, langsung mulai ini ya, Kenapa Khalidi ke pesantren, tidak sekolah dulu sampai SMA?

Karena dari kecil dulu suka mengaji,dan enggak terlalu peduli dengan sekolah, suka sama sekolah, tapi lebih suka pesantren.

Apa ada dari asal keluarganya yang dulu sempat mengaji?

Enggak ada

Ayah nya seorang ustad?

Enggak,tapi paman yang mengaji,dulu di pesantren lhoknibong,sekarang sudah jadi pimpinan dayah,

Bagaimana perasaan kamu selama di dayah?

Pertama sampai tidak betah,tapi karena sudah lama,sudah banyak kawan sudah biasa dengan keadaan disini.sekarang alhamdulillah sudah betah.

Ada beban selama di dayah? misalnya seperti ingat rumah? atau ingin pulang?

Gak terlalu,tapi ada juga.

Ke pesantren keinginan sendiri atau dorongan dari orang tua?

Keinginan sendiri,

Kalau minta pulang ke rumah dikasih ya?

Iya..

Kenapa ke MUDI? kenapa tidak ke pesantren lain yang dekat dengan tempat tinggalnya?

Kalau pergi ke pesantren di Padang yang dekat dengan rumah jadi ingin pulang terus bawaannya,

Alasan kenapa ke mudi?

Karena ada abg sepupu disini,jadi kata mama suruh kesini aja.

Yang lain? misalnya tujuan yang dicari disini apa?

Mau mengajar ilmu agama kepada orang lain.

Pertama sekali timbul keinginan untuk mengaji kapan?
Mungkin ada momen tertentu?

Saat dulu dengar dari guru TPA, beliau bilang ngaji baik, sekolah juga baik, tapi ngaji mamfaatnya lebih banyak,

Jadi nanti kalau lulus dari pesantren, gak bisa jadi pegawai gimana?

Gak apa-apa,kerja apa saja yang ada.

Cita2 mau jadi apa?

Orang yang berguna bagi orang tua ,agama ,bangsa.

Ada pesan buat para teman-teman dan para pembaca?

Ngaji dulu ,karena bisa berguna untuk orang banyak,

Sekolah kan bisa juga berguna untuk orang banyak?

Ia,Tapi kalo ngaji, manfaatnya bukan hanya di dunia, di akhirat juga.
Biodata:

Nama lengkap; khalidi
TTL; sawa lunto 7 November 2000
Alamat; padang bungur , koto besar, darma seraya, sumatra barat
Riwayat sekolah;SD 1 koto besar
Anak 3 dari empat bersaudara
Hobi;Membaca buku cerita
Prestasi;juara 1 pidato sekecamatan
Juara 1 tilawah sedesa padang bingur

Related

Santri 7961646471504432707

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item