umdah

Asa Pemimpin ke Depan di Ujung Pedang

Samalanga-Suatu wilayah maupun daerah yang luas dan dihuni oleh berbagai karakter manusia tentu saja harus mempunyai seorang pemimpin yang mampu mengatur dan menertibkan wilayahnya. Kata pemimpin mungkin sudah tidak lazim bila kita dengar. Di dalam alqur’an juga disebutkan bahwa seorang laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Namun bagaimana yang dimaksud dengan pemimpin? Sering kita lihat makmum yang shalat harus mengikuti imamnya, imam disini juga diartikan pemimpin. Seorang suami harus mengayomi keluarganya, baik istri maupun anaknya, hal ini karena ia adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Seorang insan harus sadar betul terhadap tindakan yang telah ia ambil serta mampu mempertanggung jawabkannya karena ia merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri. Sebuah daerah tentu mempunya kepala daerah yang harus mengayomi warganya karena ia pemimpin bagi warganya, begitu pula sebuah negara yang disatukan oleh pulau-pulau serta suku-suku yang berbeda dengan berbagai ragaman budaya tentu saja membutuhkan seorang sosok pemimpin yang mampu melindungi, mendengar dan mengayomi rakyatnya. Itulah yang dinamakan presiden.

Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Jadi pemimpin merupakan individu yang boleh memberi pengaruh kepada individu yang lain di dalam suatu pertubuhan. Seorang pemimpin tidak hanya berkuasa dengan tahta yang telah dipercayakan oleh rakyatnya, namun ia harus benar-benar mampu membuat rakyatnya sejahtera dan bangga telah memberikan kepercayaan kepemimpinan kepadanya. Seorang pemimpin tidak boleh bertindak semena-mena terhadap kepercayaan yang diamanahkan rakyatnya. Akankan pemimpin-pemimpin kita mampu mensejahterahkan negaranya serta rakyatnya seperti halnya contoh kepemimpinan Khulafaur rasyidin pada pemerintahan islam. Mereka tidak mengadalkan pangkat dan tahta, yang mereka harapkan rakyat bisa hidup sejahtera. Mereka rela tidak hidup bermewah-mewahan demi merasakan kehidupan rakyatnya, rela menyulusuri pelosok-pelosok ditengah malam demi melihat berbagai ragam kehidupan yang dijalani rakyatnya, sehingga terkenal pada kepemerintahan mereka sosok pemimpin yang adil, bijaksana dan patut dipercontohkan.

Sekarang timbul pertanyaan, sudahkan negara kita mempunyai pemimpin demikian? tentu jawabannya sudah dapat ditebak dari berbagai realita yang sudah ada. Sering juga kita mendengar dan melihat dari berbagai informasi baik di surat kabar dan telivisi yang menyatakan “ Gubernur A korupsi, Bupati B juga korupsi”. Coba bayangkan jika semua pemimpin melakukan hal demikian. Akankah kata-kata pemimpin hanya sebagai simbol semata saja, yang berkuasa lantas melakukan sesuatu semena-mena sesuai kehendaknya karena kekuasaan ada ditanggannya? Jika demikian kapan kita melihat negara ini akan maju? Apakah itu akan terjadi dimasa akan datang? Jika hal ini terus dibiarkan tentu kita tidak akan pernah melihat negara ini menjadi maju baik sekarang maupun di masa depan. Coba bayangkan jika sekarang demikian apalagi ke depan. Apalagi jika calon pemimpin penerus kedepan berasal dari generasi pemuda/di yang kurang moral dan etika, yang pergaulan mereka telah bebas dan jauh dari nilai keagamaan.

Banyak pemuda sekarang yang dari akibat pergaulan bebas terjerumus dalam hal tindakan asusila bahkan terjaring dalam pemakaian narkotika, padahal mereka adalah calon pemimpin kedepan. Bisa dibayangkan ketika negara ini telah di pimpin oleh generasi anak- anak kita maupun cucu kita di masa yang akan datang? Jawabannya tentu negara ini akan hancur. Harapan pemimpin yang baik kedepan sangatlah bergantung pada generasi sekarang, namun jika melihat realita di atas, sungguh sulit mencari pemimpin yang mampu mengembankan amanah ibarat mencari di ujung pedang, jika salah mendapati bisa saja melukai.

Oleh karena itu kita semua sebagai jiwa pemimpin mari saling menjaga dan meperingatkan baik dan buruk untuk bisa mengoreksi untuk kepemimpinan yang lebih baik. Apalagi pemuda generasi penurus kedepan, asa pemimpin semuanya tergantung padamu. Bila ingin melihat negara ini maju dan baik ka depan, maka dari sekarang perbaikilah diri untuk menjadi seorang pemimpin yang sebenar- benarnya.

Penulis: Tgk. Maisarah

Related

Opini 1994932182951699387

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item