umdah

Thanksgiving Dalam Pandangan Islam

Walau mungkin tidak se-populer Hari Valentine tapi para remaja dan kawula muda pasti sudah sering mendengar tentang Thanksgiving, baik di m...

Walau mungkin tidak se-populer Hari Valentine tapi para remaja dan kawula muda pasti sudah sering mendengar tentang Thanksgiving, baik di media cetak atau media elektronik. Sebelum beranjak lebih lanjut tentang bagaimana hukumnya merayakan Thanksgiving dalam pandangan Islam tentu saja kita perlu mengenal lebih dulu apa sebenarnya Thanksgiving itu.

Hidangan tradisional pada Hari Thanksgiving.
Berdasarkan History.com, Thanksgiving berasal dari Plymouth yang saat ini tergabung dalam negara bagian Massachussets di Amerika Serikat. Pada tahun 1621, para koloni dan suku Indian Wampanoag mengadakan syukuran untuk panenan musim gugur mereka. Selama lebih dari dua abad, hari Thanksgiving dirayakan oleh koloni dan negara bagian secara terpisah, baru di tahun 1863 di tengah Perang Sipil, Presiden Abraham Lincoln mengumumkan supaya hari Thanksgiving diadakan setiap bulan Nopember.

Masing-masing negara mempunyai waktu yang berbeda dalam perayaan hari Thanksgiving ini. Canada merayakan Thanksgiving pada hari senin kedua di bulan Oktober yang jatuh pada 14 Oktober kemarin, sementara warga Amerika merayakannya pada hari Kamis keempat di bulan Nopember yang jatuh pada tanggal 28 Nopember kemarin.

Secara harfiah thanksgiving berarti pemberian rasa syukur atau bisa dikatakan sebagai syukuran yang tentu saja sudah sering diadakan oleh kita warga Aceh secara khusus dan warga Indonesia secara umumnya. Setiap ada hal-hal yang patut disyukuri pasti kita akan mengadakan syukuran dalam bentuk jamuan makan atau disebut juga dengan kenduri.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya:
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhamku memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmar-Ku), maka sesungguh azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim:7)

Dalam ayat di atas jelas disebutkan bagaimana Allah akan memberikan nikmat yang tiada akhir bagi siapa saja yang mau bersyukur. Jadi segala bentuk syukuran tidak lah dilarang dalam Islam, bahkan sangat dianjurkan. Hanyasanya, konteks perayaan Thanksgiving sekarang ini sudah jauh berbeda dengan apa yang terjadi di masa permulaan nya empat abad yang lalu. Hari ini Thanksgiving bukanlah lagi perayaan keberhasilan panen, tetapi sudah menjadi sebuah tradisi yang melekat dalam budaya masyarakat luar. Maka dari itu kita perlu mengkaji sebuah hadis yang berbunyi:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهو مِنْهُم
Artinya:
“Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum (golongan), maka ia termasuk dalam golongan tersebut” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Dalam hadis tersebut dikatakan bahwa siapa saja yang menyerupai suatu kaum (golongan) maka ia dianggap bagian dari golongan tersebut, dalam hal ini golongan orang-orang yang merayakan hari Thanksgiving adalah orang-orang Kristen dan non-Muslim lainnya. Walau tidak sampai menjadikan kufur tapi hal ini tetap dianggap haram karena menyerupai orang-orang kafir.

Jadi, kalau kita tidak mau termasuk dalam golongan orang-orang tersebut, maka sangat TIDAK disarankan untuk merayakan hari-hari penting orang non-Muslim. Cukuplah bagi kita dengan merayakan hari-hari besar dalam Islam dengan mengadakan syukuran dan lain sebagainya. Sebagai pengganti Thanksgiving kita sudah punya Hari Asyura yang baru dirayakan beberapa waktu yang lalu, kan?

Related

Life Style 4338917379427339566

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item