umdah

Iran cambuk empat warga Nasrani

Baru-baru ini pemerintah Iran memutuskan hukuman cambuk 80 kali bagi empat warga nya yang beragama Nasrani karena meminum minuman keras...



Baru-baru ini pemerintah Iran memutuskan hukuman cambuk 80 kali bagi empat warga nya yang beragama Nasrani karena meminum minuman keras dalam ritual peribadatan di sebuah gereja. Hukuman ini ditetapkan meskipun di saat yang bersamaan PBB terus mengkritisi negara Republik Islam tersebut dalam menindaki warga non-Muslim.

Mervyn Thomas, pemimpin Christian Solidarity Worldwide (CSW), berkata: “Keputusan yang dijatuhkan kepada para jemaat gereja Iran ini telah menodai adat Kristen yang berupa saling berbagi seperti dalam Perjamuan Malam dan membenarkan sebuah pelanggaran yang tidak dapat diterima tentang hak untuk menjalankan keyakinan secara bebas dan damai.”

“Kami meminta pihak berwenang di Iran untuk memastikan bahwa aturan-aturan yang berkenaan dengan keyakinan di negara tersebut tidak menentang dengan kewajiban internasional nya dibawah International Convent on Civil and Political Rights untuk menjamin kebebasan menganut agama dan keyakinan oleh semua komunitas beragama di negara tersebut." Lanjut Thomas.

Di Iran, hukuman mati adalah salah satu bentuk hukuman yang diberikan kepada siapa saja yang membelot dari Islam ke Kristen.

Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB tentang hak kemanusiaan di Iran, dalam laporan nya menulis: "Setidaknya 20 orang Kristen telah ditahan selama Juli 2013. Selain itu, kekerasan terhadap hak-hak orang Kristen, khususnya yang termasuk dalam kelompok evangelical Protestan, kebanyakan merupakan murtadin yang melayani orang Kristen Iran yang berasal dari latar belakang Muslim, terus dilaporkan."

Sekitar 370.000 orang Kristen tinggal di Iran berdasarkan laporan dari Departemen Luar Negeri AS.
Laporan PBB berlanjut: ‘Pihak berwenang di Iran terus mendorong gereja-gereja Protestan untuk mengurangi partisipasi warga setempat dalam setiap kegiatan mereka, dan razia serta penutupan paksa rumah gereja terus berlangsung.

'Lebih dari 300 warga Kristen telah ditangkap sejak 2010, dan lusinan pemimpin gereja dan anggota aktif dilaporkan telah ditangkap karena melanggar kemananan nasional yang berkaitan dengan kegiatan gereja seperti mengadakan kelompok do’a, dakwah, dan menghadiri seminar Kristen luar negeri.’

Sebagai respon terhadap laporan tersebut, pemerintah Iran mengkritisi penemuan Dr. Shaheed tersebut. Berdasarkan televisi milik pemerintah Iran, seorang petugas dari misi PBB mengatakan bahwa Dr Shaheed tidak benar-benar memperhatikan sistem legal Iran dan kebudayaan Islam dan menganggap apa saja yang dilihatnya di Barat sebagai standar bagi seluruh dunia.

Related

News 8660685115833985478

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item