umdah

Hidangan Asyura di Bosnia

Sarajevo
Sarajevo – Warga Muslim Bosnia membagi-bagikan hidangan Asyura di depan sebuah Katedral di ibukota Sarajevo, hal ini bertujuan untuk menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi di negeri yang dulu terpecah belah tersebut.

"Dalam Islam kami menyebut hari ini sebagai hari para nabi, tidak hanya satu nabi, dalam Islam kami percaya kepada semua nabi yang diutus oleh Tuhan,” kata Muris Hadzibascausevic, perwakilan dari Masyarakat Islam di Bosnia-Herzegovina kepada Analdolu Agency.

“Dengan caranya sendiri, Sarajevo berhasil menyatukan kami semua, Sarajevo adalah Jerusalem nya dunia." lanjut Muris.

Acara ini diadakan untuk menandai perayaan hari Asyura yang dikenal sebagai 'Kenduri Nabi Nuh' dalam tradisi Bosnia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Antar-agama di Bosnia-Herzegovina dan penerbit Hikmet di Sarajevo.

Ibukota Sarajevo dari kejauhan.

Dengan slogan "We're all on the same boat", anggota kedua organisasi ini membagikan hidangan Asyura kepada setiap pengguna jalan yang lalu di depan Katedral Sarajevo.

Mereka telah membagikan 3000 makanan, 6000 lainnya akan dibagi-bagikan di kota-kota lain di negara tersebut.

Berdasarkan Majelis Antar-agama, kegiatan ini diadakan untuk menunjukkan pesan perdamaian, kemanusiaan, dialog, toleransi, pengertian, solidaritas, kasih sayang, dan persaudaraan diantara para pemeluk agama yang berbeda dan masyarakat multi-kultural di Bosnia-Herzegovina.

"Inilah yang menyatukan empat geraja tradisional dan agama-agama di Bosnia Herzegovina," kata Vanja Jovanovic, seorang pendeta di gereja Orthodox di Sarajevo.

Banyak sekali pahala yang disediakan bagi orang yang berpuasa di hari Asyura. Banyak hadis yang menyebutkan tentang berkat dan keutamaan. Sangat dianjurkan untuk berpuasa di hari ini, walaupun bukanlah puasa wajib.

Berpuasa pada hari Asyura bukanlah untuk memperingati syahidnya Imam Husain R.A.

Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Rasulullah melihat orang-orang Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini. Rasulullah bertanya kenapa mereka berpuasa. Kata mereka "Ini adalah hari yang berkah, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari Fir'aun dan juga Nabi Musa berpuasa pada hari ini sebagai bentuk terimakasih kepada Allah."

Rasulullah menjawab "Kami lebih berhak kepada Nabi Musa daripada kalian." Rasulullah pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Islam untuk ikut berpuasa.

Secara tradisi, hidangan Asyura berkaitan dengan cerita Nabi Nuh AS yang dipercaya mempersiapkan dan menghidangkan makanan ketika bahteranya berlabuh setelah banjir besar. Saat itu cadangan makanan menipis, para penumpang bahtera saat itu menyiapkan makanan dengan persediaan yang masih ada serta berbagi dengan seluruh penumpang.

Dalam Islam, walaupun banyak yang mengaitkan Hari Asyura dengan Bahtera Nabi Nuh, banyak ulama yang meyakini bahwa hadis ini adalah hadis lemah atau pun maudhu' (palsu).

Di Bosnia, Makanan Hari Asyura diolah dari 77 macam bahan yang kemudian dibagikan dengan para tetangga dan kerabat.

Original article

Related

News 7621449957024332386

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item