umdah

Cara Mengajari Tauhid untuk Anak-anak

Cara Mengajari Tauhid untuk Anak-anak- Ketika kita ingin mengajarkan Tauhid kepada anak-anak apakah kita harus membacakan kitab-kitab kuning yang membahas mengenai hal tersebut?

Tauhid untuk Anak-anak
Anak-anak belajar ilmu agama.
Tentu saja tidak, hal ini tidak diperlukan bagi anak-anak yang masih kecil karena akan membutuhkan banyak waktu dan perhatian serta kerja keras yang mana tidak mudah untuk dilakukan oleh anak-anak. Ketika usia anak mulai beranjak sedikit baru kita bisa mengajarkan mereka sesuai dengan metode dalam kitab-kitab klasik.

Mula-mula kita bisa menyampaikan unsur tauhid kepada anak-anak dalam bentuk cerita seperti kisah para sahabat Rasulullah yang selalu mendahulukan agama dan ibadah dibandingkan hidup di negeri mereka sendiri bersama dengan sanak famili, dimana mereka melakukan semua itu karena sadar akan alasan kenapa mereka diciptakan dari awal adalah untuk menyembah Allah.

Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan dalam mengajarkan Tauhid kepada anak-anak.

Sembari membaca Al-Quran:

Ketika sedang membaca Al-Quran, orangtua disarankan untuk berhenti pada ayat-ayat tertentu yang menyinggung tentang Tauhid dan menjelaskannya kepada si anak. Sebagai contoh katakanlah ayat yang menceritakan tentang Nabi Isa As, bahwa beliau tidaklah disalib sebagaimana yang dikatakan orang-orang Kristen. Dalam hal ini orang tua harus hati-hati dalam menggunakan kalimat supaya si anak bisa lebih mudah memahami dan tidak kebingungan.

Cerita Nabi, para sahabat dan pahlawan Islam lainnya yang berhubungan dengan Tauhid:

Anak-anak suka mendengar cerita, maka dari itu para orang tua harus bisa memanfaatkan hal ini. Kisah yang akan diceritakan pada anak-anak harus ada hubungannya dengan ketauhidan dimana para orang tua akan menekankan pada bagian tersebut kepada si anak.

Mengomentari kejadian di dunia luar:

Kita bisa mengingatkan anak-anak tentang pembantaian warga Muslim di Bosnia dan kekerasan terhadap warga Muslim yang tidak pernah berhenti di Palestina dengan menjelaskan kepada anak-anak bahwa apa yang mereka alami adalah karena mereka mempertahankan keyakinan dan keimanan mereka sebagai Muslim. Hal ini dapat membuat anak-anak bersimpati kepada sesama Muslim.

Memanfaatkan situasi tertentu:

Ketika anak sakit, orang tua bisa menanamkan prinsip bahwa Allah adalah penentu sembuh tidaknya kita, sementara obat-obatan hanyalah perantara bagi kesembuhan kita. Perjelas bahwa hanya Allah yang menentukan baik buruknya takdir kita, Dia lah satu-satunya tempat kita meminta tolong ketika berada dalam kesempitan. Demikian juga dengan situasi-situasi lainnya dimana orang tua harus bisa menanamkan prinsip-prinsip lainnya dalam Tauhid.

Memberikan contoh yang baik:

Orang tua adalah salah satu jalan masuknya nilai-nilai dan dasar-dasar Tauhid kepada anak-anak melalu tindakannya. Sebagai contoh, orang tua bisa menyanjung seseorang yang berbudi baik atau berjihad di depan anak-anak, sebaliknya orang tua juga bisa menghina seseorang yang tidak beriman.

Hal ini memperjelas salah satu prinsip keimanan kepada anak-anak, bahwa cinta dan kebencian muncul karena Allah semata bukan karena hal-hal duniawi lainnya. Orang tua harus berhati-hati di depan anaknya supaya anak-anak tidak mengambil contoh yang buruk, karena orang tua adalah pengaruh terbesar bagi sikap anak-anak.

Memperbaiki konsep atau kata-kata yang salah:

Dalam kegiatan anak sehari-hari, anak-anak bisa mengucapkan atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan Tauhid, di sinilah peran orang tua untuk memperbaiki hal tersebut.

Seorang anak bisa saja melihat di TV bahwa Sinterklas adalah orang baik yang dapat memberikan hadiah apa saja yang diinginkan, dalam hal ini orang tua harus menjelaskan pada anak-anak bahwa Sinterklas tersebut dalam simbol bagi non-Muslim (Kristen) dan hanya mitos saja yang dibuat-buat oleh mereka, hanya Allah yang mampu memberikan apa yang kita inginkan.

Begitu juga kalau anak-anak melihat karakter di film-film yang dapat menguasai angin atau hujan, para orang tua harus harus menjelaskan kepada anak-anak bahwa hal tersebut terjadi juga bukan di luar kekuasaan Allah, supaya anak-anak tidak meyakini kemampuan para karakter tersebut yang sama dengan Allah.

Demikianlah beberapa Cara Mengajari Tauhid untuk Anak-anak dan juga cara serta metode yang dapat dimanfaatkan oleh para orang tua untuk memperjelas unsur dan prinsip dalam Tauhid kepada anak-anak.

Semoga bisa bermanfaat.

Related

Tips 7794959457959282174

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item