umdah

Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt

Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt- Sering kita dengar dalam al-quran, hadits dan juga perkataan ulama bahwa hanya Allah Swt, yang bisa memberikan hidayah, sekalipun nabi pun tidak bisa apalagi manusia biasa. Namun sudah menjadi tugas manusia untuk terus berusaha dengan melakukan segala sebab yang bisa mendatangkan hidayah.

Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt

1. Hidayah itu dijemput, bukan ditunggu

Mengapa manusia enggan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan menjemput hidayah-Nya? Allah yang maha pengasih dan maha penerima taubat selalu menanti dengan sabar taubat hamba-hamba-Nya yang mau memperbaiki diri dan menjalankan segala perintah-Nya. Dialah yang memberikan ketentraman dan kebahagiaan yang tidak terkira. Saat kita mendekati-Nya sehasta, Dia mendekati kita sedepa. Saat kita mendekati-Nya dengan berjalan, Dia mendekati kita dengan berlari.

Hidayah Allah Swt
Jemputlah hidayah meski harus mengorbankan segala yang kita miliki, karena disanalah letak kesuksesan sejati. Sukses karena kita telah mengenal siapa diri ini, siapa tuhan yang harus disembah dan untuk apa hidup didunia yang hanya cuma sekali dan tidak mengenal siaran ulang.

Istiqamahlah, pegang teguhlah keyakinan dan jangan mau ditukar dengan apapun. Keistiqamahan itulah yang akan mengantar kita masuk dalam syurga-Nya. “maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S Hud: 112)

2. Berlandaskan ilmu, dikuatkan dengan iman, diaplikasikan dengan amal serta dimurnikan dengan keikhlasan.

Ilmulah yang membuat kita mengerti tentang hakikat penciptaan dan bagaimana caranya agar dapat mengabdi pada-Nya. Salah satu pondasi keimanan adalah ilmu, namun jika hanya sekedar ilmu tanpa membuahkan pemahaman dan keyakinan, maka ilmu tersebut tidaklah berguna.

Ilmu dan keimananpun akan jadi hampa jika tidak direalisasikan. Orang yang mau belajar berenang, maka satu-satunya cara adalah menceburkan diri ke ke kolam dan mempraktikkan semua teori yang sudah dipahami. Disinilah fungsi amal yang didapatkan.

Tingkat terakhir adalah keikhlasan. Keikhlasanlan yang memberikan nilai dari amalan yang dilakukan. Jika amal yang dilakukan hanya untuk dilihat makhluk, maka Allah tidak akan menerima walau sebesar apapun. “Katakanlah “sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dan (menjalankan) agama. (Q.S. az-Zumar: 11)

3. Mencari lingkungan yang kondusif

Seperti Rasulullah Saw. yang berhijrah dengan para mukminin pada suatu masa. Maka begitu juga dengan kita yang sudah bertekad untuk memperbaiki diri. Keluar dari kemaksiatan dan kemalasan, inilah Hijrah yang dapat dilakukan dengan berpindah tempat seperti pindah mencari lingkungan yang dapat mengarahkan hidup kearah yang lebih baik, seperti menetap dipesantren-pesantren atau mengikuti majlis ta’lim atau kajian agama dll. Yang terpenting adalah hijrah sikap dan pikiran kita untuk tidak pernah melakukan kesalahan yang telah diperbuat dan mulai menyusun program perbaiki diri kearah yang lebih baik..

4. Mengikuti kelompok yang saling memperhatikan.

Dalam menjalankan proses perbaiki diri, kita membutuhkan kelompok yang terus-menerus mengingatkan atas segenap kekeliruan, menyemangati saat kejenuhan, dan memberikan senyuman tulus penuh kebahagiaan saat mendapat kesuksesan. Disanalah kita tumpahkan segala permasalahan, disana pula kita mendapat energi dan jiwa baru.. Nikmatilah persahabatan, syukurilah ukhwah yang terjalin dan seraplah ilmu dari mereka yang berbeda karakter dan latarbelakang. Sambut dan terimalah perubahan yang begitu berarti dalam hidup. Saat kita bersama untuk berbuat yang terbaik.

5. Temukan guru-guru kehidupan

Guru-guru kehidupan adalah mereka yang meninspirasi kita untuk tetap bangkit saat terjatuh, tetap istiqamah saat godaan merongrong jiwa. Dialah yang membuat kita merasa bahwa semua problema hidup lebih ringan dibandingkan dengan ujian hidup yang dialami. Atau mungkin dia juga yang memberikan kita sebuah kalimat pendek, namun terus terngiang-ngiang sampai kapanpun. Boleh jadi dia sedikit bicara namun prilakunya membuat kita termotivasi untuk berbuat yang terbaik.

Guru-guru itu senantiasa hadir di setiap episode kehidupan yang kita lalui. Dialah yang memberi udara dalam balon kehidupan kita. Siapkan wadah yang besar untuk menampung curahan ilmu dan pengalamannya.

6. Muwadhabah Ibadah (Konsisten dalam beribadah)

Pernahkan kita melakukan suatu ibadah dengan semangat?, namun hanya satu minggu saja. Itu terjadi manakala kita tidak melakukan suatu ibadah secara bertahap dan kontinyu, sehingga segala apa yang telah kita kerjakan hanya bertahan beberapa minggu saja. Bukankah Allah lebih menyukai amal yang terus menerus dilakukan walaupun sedikit?. Buatlah target ibadah harian yang harus dilakukan untuk menjaga stamina ruhiyah, sehingga setiap hari yang kita jalani selalu diniatkan untuk beribadah kepada-Nya serta selalu berada dalam lindungan-Nya.

Jangan pernah menganggap ibadah karena kecilnya, namun nilai mulazamahnya yang membentuk jiwa sempurna. Seperti bersyurban, bersugi, baca basmallah dll., itu jauh lebih berharga ibadah kecil yang menjadi rutinitas dari pada ibadah besar yang tidak ikhlas. Sayangi dirimu, jemputlah hidayah Allah.

Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan hidayah, semoga artikel Cara Mendapatkan Hidayah Allah Swt ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya.

Dikutip Oleh: Tgk. Mukhtar Hanafiah, Dari berbagai sumber

Related

Tips 970754430462097423

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

A
item